Kades Lemeu Terancam Pidana

Rabu, 29 Jan 2020 02:49 WIB
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur SIk

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur SIk

fokusbengkulu,lebong – Pengaduan 7 orang anggota Linmas Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya, terkait tidak dibayarkannya honor mereka sepanjang tahun 2019 oleh Kades Lemeu Abdul Sumardi, saat ini masih bergulir di Sat Reskrim Polres Lebong.

Rencananya, dalam waktu dekat Sat Reskrim Polres Lebong akan melakukan pemanggilan terhadap Kades Lemeu Abdul Sumardi untuk klarifikasi terkait pengaduan itu.

Di sisi lain, Sat Reskrim juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Lebong melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) berkenaan dengan indikasi Surat Keputusan (SK) palsu yang diduga dijadikan dasar oleh Kades Lemeu untuk membayar honor Anggota Linmas di tahun 2019.

Dikonfirmasi, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur SIk mengatakan, jika terbukti memalsukan SK Linmas, Kades terancam pidana. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 263 KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) yang berbunyi ;

Barangsiapa membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan, atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

“Kalau memang terbukti memalsukan SK, si kades bisa diancam pidana. Bisa juga nanti ranahnya perdata. Tergantung hasil penyelidikan,” tegas Kapolres saat dikonfirmasi fokusbengkulu.com, usai menghadiri pembukaan Musorkab (Musyawarah Olahraga Kabupaten) KONI Lebong, Senin (27/1/2020). Dia menambahkan, SK yang sah dan legal, adalah dasar untuk memberikan honor atau gaji Linmas yang bersumber dari DD/ADD.

“Apalagi kalau misalkan petugas Linmas yang tidak dibayarkan honornya itu, sudah bekerja. Berarti kan si kades tidak membayarkan hak dari jerih payah atau keringat petugas Linmas itu,” ujar Kapolres.

Senada, Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Andi Ahmad Bustanil SIk saat dikonfirmasi fokusbengku.com, mengatakan, penyelidikan terhadap pengaduan anggota Linmas Desa Lemeu akan terus dilakukan. Jika terbukti SK Linmas dipalsukan, Kasat juga menegaskan bahwa kades terancam pidana.

“Kita memang belum menelusuri, apakah SK Linmas itu benar-benar palsu. Ataukah memang terbit dua-duanya. Kalau terbit dua-duanya, tentu inikan kesalahan administrasi. Itu nanti yang akan kita telusuri, terkait keabsahan SK itu,” kata Kasat.

Ditanya apakah akan melakukan pemanggilan terhadap Kades Lemeu Abdul Sumardi, Kasat membenarkan hal itu. Selain akan memanggil saksi-saksi dan melengkapi dokumen-dokumen pendukung.

“Dari situ nanti baru kita akan gelarkan. Apakah ini memenuhi unsur pidana. Ataukah secara perdata. Intinya, kita pasti tindaklanjuti,” tandas Kasat. Seperti dilansir dari bengkulusatu.co.id, Kades Lemeu Kecamatan Uram Jaya, Abdul Sumardi saat dikonfirmasi terkait tidak dibayarkannya honor anggota Linmas dan dugaan pemalsuan SK, tersebut membantah tidak membayar gaji anggota Linmas.

Dia mengatakan, setelah dilantik pada Januari 2019 lalu, dirinya mulai berbenah untuk menyusun hal-hal apa saja untuk desa, termasuk perangkat desa dan Linmas. Terkait Anggota Linmas, dirinya diarahkan mengajukan nama ke OPD terkait yakni Satpol PP. Ketika diusulkan nama-nama Linmas tersebut diterima oleh pihak Satpol PP dan diSK-kan.

“Jadi terkait masalah gaji, saya hanya menggaji Linmas yang saya usulkan dan telah di-SK-kan oleh OPD yang berwenang yakni Satpol PP,” kata Kades ketika disambangi ke rumahnya.

Diketahui, 7 orang anggota Linmas yang mengadukan kasus ini ke Sat Reskrim Polres Lebong adalah Sapiul, Shul Rudianto, Indra, Hasnul, Syapii, Juanda dan Ahmad Apendi. Mereka mengadukan Kades Lemeu Abdul Sumardi, lantaran diduga memberhentikan mereka secara sepihak dan tidak membayarkan honor mereka sepanjang tahun 2019.

Sementara, ketujuh Linmas tersebut memegang SK Linmas yang sah dan berlaku untuk seluruh anggota Linmas se Kabupaten Lebong di tahun 2019 yakni SK Nomor 347 Tahun 2018 tentang Pembentukan Anggota Linmas Desa dan Kelurahan di Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2019.

Sedangkan SK Linmas yang dipegang oleh Kades Lemeu dan dijadikan dasar penyaluran honor Linmas tahun 2019, adalah SK dengan nomor yang sama. Tapi anehnya, lampiran SK itu berbeda. Di lampiran SK yang dipegang Kades tercantum nama-nama Sainubi, Eryan Toni, Dahirun, Riswan, Erlansyah, Ariantoni, dan Ade Aripinza.(emzon)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Buntut Larangan Meliput, PWI Lebong Sampaikan Surat ke Kapolres

Sabtu, 27 Feb 2021 10:50 WIB

Sekretaris PWI Dwi Nopiyanto saat menyerahkan surat ke Sium Polres Lebong fokusbengkulu,lebong – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten...

Resmi Dilantik, Kopli Ansori – Fahrurrozi Kini Nahkodai Lebong

Jumat, 26 Feb 2021 06:01 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lebong, Kopli Ansori - Fahrurrozi fokusbengkulu,lebong - Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah MMA resmi melantik Bupati...

Polres Rejang Lebong Gulung Pelaku Pencurian di Batu Galing

Jumat, 26 Feb 2021 11:08 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Kasus pencurian yang dilaporkan Radiansyah (25) warga Kelurahan Batu Galing Kecamatan Curup Tengah pada Rabu...

Fadil Regan Pamit, Arief Siap Bersinergi Wujudkan Lebong Bahagia dan Sejahtera

Kamis, 25 Feb 2021 08:02 WIB

Kajari Lebong Arief Indra Kusuma Adhi (tengah) berfoto bersama  fokusbengkulu,lebong -  Ada yang menarik dalam acara pisah sambut Kepala Kejari...

Pemuda Ini Ditangkap Setelah Aksinya Bobol Rumah Terekam CCTV

Rabu, 24 Feb 2021 09:40 WIB

fokusbengkulu,kotabengkulu – Seorang pemuda berinisial AA (20), warga Desa Muara Santan Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara ditangkap...

Polisi Larang Jurnalis Meliput Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan ASN Lebong

Rabu, 24 Feb 2021 01:50 WIB

fokusbengkulu,lebong – Rekonstruksi kasus pembunuhan ASN Lebong berinisial DF (30) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri berinisial YR (33)...

Pasangan yang Mau Menikah Boleh Sewa Organ Tunggal Buat Dangdutan, Tapi Ada Syaratnya..

Rabu, 24 Feb 2021 11:35 WIB

Rapat yang digelar DPRD dan Satgas Covid-19 Lebong, Selasa (23/2/2021) fokusbengkulu,lebong – Pemilik usaha hiburan dan Wedding Organizer (WO)...

Pria 60 Tahun Ditemukan Kaku di Kebun

Selasa, 23 Feb 2021 09:54 WIB

Korban saat dievakuasi fokusbengkulu,lebong – Warga Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya, Selasa (23/2/2021) pagi sekira pukul 10.00 WIB gempar. Abdul...

Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Lebong Naik Penyidikan, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka

Selasa, 23 Feb 2021 01:16 WIB

Kasi Intelijen Kejari Lebong Imam Hidayat SH MH saat menggelar press release, Selasa (23/2/2021) fokusbengkulu,lebong – Kasus Tuntutan Ganti Rugi...

Deadline Pengembalian TGR DPRD Lebong Rp 1,3 Miliar Berakhir dalam Hitungan Jam

Senin, 22 Feb 2021 10:47 WIB

Kasi Intelijen Imam Hidayat SH MH (tengah) saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2021) fokusbengkulu,lebong – Perkara Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di...

%d blogger menyukai ini: