fokusbengkulu,lebong – Keberadaan PT Bangun Tirta Lestari (PT BTL) di Kecamatan Lebong Utara, tampaknya tidak melulu memberikan harapan yang positif bagi masyarakat Kabupaten Lebong terkait bertambahnya pasokan listrik.

Perusahaan yang membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) tersebut juga mendapat protes keras dari warga. Apa pasal ? lahan perkebunan yang telah dikelola oleh warga selama bertahun-tahun terancam tenggelam jika PLTA beroperasi nanti.

Ini berangkat dari kondisi di mana, pada saat uji coba penutupan pintu DAM yang dilakukan oleh PT BTL pada 2019 lalu. Lahan perkebunan milik warga yang berdekatan dengan bendungan, tenggelam dan merusak tanaman. Ketinggian air yang merendam perkebunan warga saat itu mencapai 50-100 Cm. Akibatnya, tanam tumbuh, terutama kopi menjadi menguning dan hampir mati.

Diketahui, PT BTL telah membangun DAM sejak 2011 lalu di muara Sungai Putih Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara. Sementara, lahan perkebunan warga berjarak kurang lebih 75 meter dari dam tersebut.

Terkait hal ini, warga pemilik lahan menuntut dibayarkan ganti rugi tanam tumbuh atas rusaknya kebun mereka. Namun, hingga kini, tuntutan petani pemilik lahan belum juga direspon oleh managemen PT BTL.

Sabtu (8/2/2020), pemilik lahan menggelar aksi protes dan mendesak PT BTL untuk segera membayarkan ganti rugi tanam tumbuh. Sebagai wujud protes tersebut, warga menancapkan bendera merah putih di perbatasan antara lahan perkebunan warga dengan sungai yang akan dibendung.

Selain menancapkan bendera merah putih, warga juga membentang spanduk yang bertuliskan “Bila genangan PLTA PT. BTL merusak tanam tumbuh kami, berarti membunuh kehidupan kami”.

Ini bukan kali pertama warga protes atas keberadaan PT BTL. Sebelumnya, ganti rugi tanam tumbuh terkait Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) antara PLTA PT BTL dengan warga terdampak, juga diduga berpolemik.

Warga pemilik lahan yang menggelar aksi pada Sabtu (8/2/2020), adalah keluarga Rahman Ahmadi yang memiliki luas kebun sekitar 2 hektar. Lalu, Adnan dengan luas kebun sekitar  2 hektar dan Bakri dengan luas kebun 1,5 hektar.

“Kami menuntut ganti rugi tanam tumbuh, karena pasca uji coba pihak perusahaan sudah pernah menghitung ribuan batang kopi kami. Tapi hingga sekarang tidak ada kejelasan, ganti rugi tanam tumbuh itu bakal direalisasikan dan terkesan memang tidak akan dibayarkan,” sampai salah satu pemilik lahan Rahman Ahmadi di lokasi, Sabtu (8/2/2020) siang, seperti dikutip dari bengkulusatu.co.id.

Rahman Ahmadi menambahkan, sebelumnya pihak perusahaan tidak mau membayar karena kebun mereka masuk kawasan TNKS. Setelah mereka berkoordinasi langsung ke Balai TNKS Sungai Penuh. Pemilik lahan perkebunan mendapat dukungan dan pihak balai TNKS memastikan setiap tanam tumbuh yang ditanam warga itu adalah hak warga.

“Kebun ini tahun 2011 digarap dan tahun 2013 kami diusir katanya dari pihak TNKS. Sebab sesudah uji coba bendungan, hasil panen kopi kami merosot. Paling banyak 200 kilo padahal sebelumnya sampai 2 ton. Jadi kami minta ganti rugi tanam tumbuh kami,” tegas Rahmadi.

Penelusuran fokusbengkulu.com, sebagaimana dilansir dari PedomanBengkulu.com, polemik ini dibenarkan Nurkholis Sastro selaku pendamping Rahman Ahmadi dan Adnan, yang juga merupakan keluarga dari Rahman Ahmadi.

Nurkholis mengatakan, pihaknya juga telah melayangkan surat ke Presiden RI Joko Widodo tertanggal 5 Februari 2020 terkait permasalahan tersebut.

Sementara, terkait aksi protes dengan mengibarkan bendera merah putih, bertujuan agar permasalahan lahan milik warga tersebut dapat terealisasikan sesuai hak mereka. (emzon)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Membanggakan, Pemkab Lebong Sabet Peringkat 8 Nasional Standar Pelayanan Publik

Kamis, 13 Jan 2022 10:13 WIB

fokusbengkulu,lebong – Pemkab Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Kopli Ansori dan Wabup Drs Fahrurrozi MPd kembali menorehkan prestasi yang...

Sukses di Uram Jaya, MT-II Meluas ke Lebong Tengah, Bupati Panen Raya Padi Lagi

Rabu, 12 Jan 2022 11:12 WIB

fokusbengkulu,lebong – Kegigihan Bupati Lebong Kopli Ansori dalam merealisasikan program unggulan di sektor pertanian yakni tanam minimal dua kali...

Ciduk Warga Lais, Polisi Sita Tiga Paket Sabu

Rabu, 12 Jan 2022 09:29 WIB

fokusbengkulu,bengkuluutara -  Sat Resnarkoba Polres Bengkulu Utara kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkoba di awal tahun 2022....

Mutasi Pejabat Polres Lebong : Kabag Logistik dan Kasat Reskrim Diganti

Rabu, 12 Jan 2022 08:34 WIB

fokusbengkulu,lebong – Mutasi di tubuh Polres Lebong kembali bergulir. Kali ini, ada sebanyak empat pejabat yang diganti. Yakni, Kabag Logistik...

Bupati Kopli Ansori Memang Beda, Ngantor di Kecamatan Demi Serap Aspirasi Warga

Selasa, 11 Jan 2022 08:39 WIB

Bupati Kopli Ansori (tengah) saat berbincang dengan salah seorang warga serta beberapa pejabat OPD di hari pertama ngantor di Kantor Camat Lebong...

Baru Keluar Penjara, Residivis Bertato Asal PUT Ditangkap Lagi karena Bawa Kabur Motor

Sabtu, 8 Jan 2022 11:08 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Pengap di balik jeruji besi sepertinya tidak membuat seorang pria residivis berinisial SH (38) warga Desa Kasie...

Kado Manis Awal Tahun, JMSI Ditetapkan sebagai Konstituen Dewan Pers

Sabtu, 8 Jan 2022 09:22 WIB

fokusbengkulu,jakarta - Organisasi perusahaan media massa berbasis internet, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), telah resmi ditetapkan sebagai...

Tempo 9 Jam, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan di Bengkulu Selatan

Jumat, 7 Jan 2022 01:03 WIB

fokusbengkulu,bengkuluselatan – Gerak cepat tim buser Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan mengungkap kasus pembunuhan terhadap korban atas nama...

Edan, IRT Muda di Rejang Lebong Simpan 1,2 Kg Sabu Senilai Miliaran Rupiah

Rabu, 5 Jan 2022 11:10 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Apa yang dilakukan oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) muda berinisial FF (29), warga Kecamatan Binduriang Kabupaten...

Viral Tiga Pria Ngaku Staf Intelijen Kejati Bengkulu, Diciduk Usai Minta Uang ke Pejabat

Selasa, 4 Jan 2022 11:13 WIB

Tangkapan layar (Screenshot) video penangkapan tiga pria yang mengaku staf Intelijen Kejati Bengkulu fokusbengkulu,mukomuko – Jagat media sosial...

%d blogger menyukai ini: