•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabid Pendapatan BKD Lebong Rudi Hartono SE MAk

fokusbengkulu,lebong – Usaha pertambangan galian Golongan  C (Galian C) milik Royana di Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan yang memproduksi pasir dan Galian C milik Hamdan di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang yang memproduksi batu disinyalir tidak tertib menyampaikan laporan produksi ke Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong. 

Padahal, laporan produksi tersebut menjadi dasar dari Bidang Pendapatan untuk menghitung ketetapan pajak yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Parahnya lagi, baik Royana yang diketahui merupakan anggota DPRD Kabupaten Lebong. Maupun Hamdan, yang diketahui merupakan suami dari Roiyana, sudah membuat surat pernyataan di atas materai 6000 bahwa mereka akan melaporkan jumlah produksi Galian C milik mereka per triwulan ke Bidang Pendapatan BKD Lebong.

Namun, surat pernyataan tersebut diduga kuat tidak diindahkan. Selain Royana dan Hamdan, ada satu lagi pemilik Galian C yang diduga kuat ‘membandel’ yakni Hanafiah Makmun selaku pemilik Galian C di Desa Sukasari yang juga memproduksi pasir.

“Kalau mereka menyerahkan laporan produksi per triwulan, jadi dasar penghitungan ketetapan pajak kita jelas. Sehingga PAD (Pendapatan Asli Daerah,red) dari sektor MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan,red) Galian C ini bisa maksimal. Inilah yang akan kita tertibkan di tahun 2020 ini,” beber Plt Kepala BKD Lebong Erik Rosadi SSTP MSi melalui Kabid Pendapatan Rudi Hartono SE MAk saat dikonfirmasi fokusbengkulu.com, di ruang kerjanya, Selasa (25/2/2020).

Diakui Rudi, selama ini Pajak Galian C diperoleh dari pihak rekanan (Konraktor) yang membeli material  Galian C milik ketiga orang tersebut untuk pembangunan proyek fisik di Kabupaten Lebong.  

Sementara, pajak galian C yang dijual ke pihak lain seperti pihak perusahaan yang memiliki izin penjualan material galian C, pemerintah desa, ataupun perseorangan, tidak dilaporkan oleh pengelola Galian C.

“Kalau untuk izin (IUP), memang ketiga galian C yang saya sebutkan tadi itu sudah mengantongi izin. Mereka sudah memperpanjang izin di 2019 lalu. Tapi, mereka tidak transparan dalam melaporkan jumlah produksi mereka. Kita ingin agar mereka jujur-jujur saja menyampaikan berapa jumlah real produksi galian C mereka,” imbuh Rudi.

Dia menambahkan, sebagai upaya untuk memaksimalkan PAD dari sektor Galian C tersebut, pihaknya akan melakukan monev (Monitoring dan Evaluasi,red) ke lokasi Galian C.

Bahkan, tegas Rudi, bila perlu, jika pengelola Galian C masih juga membandel, pihaknya akan memasang plang  atau menyegel lokasi Galian C yang dimaksud.

“Tapi, kita masih akan menempuh upaya persuasif dulu. Pengelola galian C itu akan kita panggil,” kata Rudi.

Ditanya terkait Buku Rencana Eksploitasi Tambang (BRET) ketiga Galian C tersebut, Rudi mengaku bahwa BRET tersebut tidak ada.

“Laporan produksi per triwulan ini saja, mereka sudah buat pernyataan. Tapi, nyatanya tidak juga diserahkan,” tandas Rudi.

Penelusuran fokusbengkulu.com, Galian C milik Hamdan di Desa Talang Ratu diduga sudah berproduksi selama lebih dari 5 tahun. Sedangkan Galian C milik Royana di Desa Sukasari, diduga sudah berproduksi setidaknya sejak 2018.

Dalam kurun waktu tersebut, pihak pengelola Galian C diduga kuat tidak melaporkan jumlah produksi mereka. Entah sudah berapa PAD Lebong dari sektor tersebut yang ‘menguap’.

“Jadi, kalau di bawah 2017, inikan masih kewenangan Dinas Pertambangan. Nah, sejak 2017 hingga sekarang, itu sudah menjadi kewenangan kita di Bidang Pendapatan. Sejak menjadi kewenangan Bidang Pendapatan, laporan produksi itu memang tidak ada,” demikian Rudi.

Di tempat terpisah, Royana saat coba dikonfirmasi fokusbengkulu.com melalui sambungan telpon beberapa kali, tidak merespon. Saat merespon, Royana mengaku sedang di jalan dan meminta berkomunikasi lewat WhatsApp. Melalui pesan WA, Royana mengaku tidak mengetahui soal laporan produksi itu. 

“Saya masih di jalan, nanti saya tanya dulu sama Bapak. Saya belum tahu,” tulis Royana dalam bahasa daerah. 

Sekedar diketahui, PAD dari pajak  Galian C di tahun 2019 yakni Rp 437.200.000. Nilai tersebut adalah nilai global dari seluruh galian C di Kabupaten Lebong yang mengantongi IUP (Izin Usaha Pertambangan) Operasi Produksi.

Jumlah PAD tersebut menurun dibanding tahun 2018, karena banyak Galian C yang tidak lagi memperpanjang izin dan ada Galian C yang tidak lagi berproduksi. Tercatat, saat ini hanya ada 4 Galian C yang telah memperpanjang izin. (emzon)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Diduga Tilep Dana Desa Rp 277 Juta, Mantan Kades Semelako II Diamankan

Sabtu, 28 Nov 2020 12:12 WIB

Ilustrasi/net fokusbengkulu,lebong – Mantan Kades Semelako II Kecamatan Lebong Tengah berinisial FS menambah daftar orang yang terseret kasus...

Tragis, Pondok Dilalap Si Jago Merah, Petani di Rejang Lebong Ini Tewas Terbakar

Sabtu, 28 Nov 2020 11:26 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Tragis menimpa seorang petani warga Desa Air Pikat Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong, Dahwan (25). Si jago...

Serius Cegah Covid-19, Pjs Bupati Lebong Teken SE Larang Keramaian

Jumat, 27 Nov 2020 09:33 WIB

H Herwan Antoni (kiri) di salah satu acara yang digelar Pemkab Lebong baru-baru ini fokusbengkulu,lebong – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lebong...

Pemkab Lebong Sarat Prestasi, Raih WTP dan Diganjar Penghargaan Kemenkeu

Jumat, 27 Nov 2020 09:41 WIB

fokusbengkulu,lebong – Masyarakat Bumi Swarang Patang Stumang patut berbangga. Meski usia Kabupaten Lebong baru menginjak 16 tahun. Namun, seabrek...

Pria Beristri Rudapaksa IRT Muda di Pondok Kebun

Jumat, 27 Nov 2020 01:22 WIB

Ilustrasi/net fokusbengkulu,lebong – Malang nasib Bulan ---nama samaran---, Ibu Rumah Tangga (IRT) muda berusia 18 tahun, warga Kecamatan Topos....

Oknum ASN Penusuk Ketua Panwascam Seluma Utara Tersangka

Kamis, 26 Nov 2020 01:07 WIB

Tersangka berinisial Kh  fokusbengkulu,seluma – Sat Reskrim Polres Seluma menetapkan Kh (43) yang diketahui merupakan ASN (Aparatur Sipil Negara)...

Kukuhkan Pengurus Pusat, Bamsoet Yakin JMSI Komit Perangi Hoax

Kamis, 26 Nov 2020 09:53 WIB

fokusbengkulu,jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menaruh harapan besar kehadiran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akan semakin...

Webinar Sukses, Pjs Bupati Lebong : Pemerintah Hadir Pulihkan Ekonomi

Rabu, 25 Nov 2020 10:56 WIB

Pjs Bupati Lebong Herwan Antoni dan Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Donni Swabuana saat webinar berlangsung fokusbengkulu,lebong – Penjabat Sementara...

Ketua MPR Hadiri Pengukuhan Pengurus Pusat JMSI

Rabu, 25 Nov 2020 12:46 WIB

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa (kiri) dan Sekjen JMSI Mahmud Marhaba (kanan) fokusbengkulu,jakarta – Pengurus Pusat (PP) Jaringan Media Siber...

Ketua Panwascam di Seluma Ditikam, Polisi Gerak Cepat Amankan Pelaku

Rabu, 25 Nov 2020 09:46 WIB

Polisi saat berada di TKP  fokusbengkulu,seluma – Peristiwa penikaman Ketua Panwascam Seluma Utara Husnul Hamidiah oleh pelaku berinisial KH...