•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketua Komisi III DPRD Lebong Rama Chandra SH

fokusbengkulu,lebong – Belum maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dari pemilik usaha galian golongan C (Galian C) di Kabupaten Lebong lantaran tidak adanya laporan real dari pemilik Galian C terkait jumlah produksi.

Hal ini juga menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Lebong Rama Chandra SH. Kepada fokusbengkulu.com, Rama Chandra menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah dari Bidang Pendapatan BKD (Badan Keuangan Daerah,red) Lebong untuk melakukan penertiban.

Bahkan, Rama Chandra menekankan, pihaknya bukan hanya mendukung, tetapi meminta BKD untuk melakukan upaya-upaya konkret untuk memaksimalkan PAD dari sektor MBLB.

“Pihak eksekutif inikan ada perangkat, BKD sebagai leading sector. Kemudian ada Satpol PP. Manfaatkan Satpol PP tersebut untuk menegakkan Perda (Peraturan Daerah,red) kita. Selagi itu (PAD) bisa dimaksimalkan, ya..lakukan… Jadi, kita tidak hanya mendukung. Tapi meminta kepada pihak eksekutif ini untuk memaksimalkan PAD. Selama ini kami menilai pihak eksekutif belum optimal dalam intensifikasi dan ekstensifikasi PAD kita,” tegas Rama Chandra.

Dia tidak menampik, setelah pemilik usaha Galian C mengantongi IUP (Izin Usaha Pertambangan) Operasi Produksi, maka berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, pemilik usaha galian C wajib menyerahkan Buku Rencana Eksploitasi Tambang (BRET).

Dari dokumen tersebut, kata Rama Chandra, setidaknya sudah bisa dikalkulasikan berapa estimasi produksi dari galian C itu dalam satu tahun.

“Kita inikan negara hukum. Kalau ada pihak-pihak pemegang izin yang tidak patuh pada aturan, aturan itu harus ditegakkan. Atau, kalau memang tidak memenuhi aturan, bisa distop dulu. Jangan melakukan aktifitas dulu, sebelum menyerahkan dokumen yang menjadi kewajiban dari pemegang izin. Jangan pasrah-pasrah saja Pemda,” imbuh Rama Chandra.

Selain itu, sambung dia, jika teguran-teguran tertulis kepada pemegang IUP Operasi Produksi Galian C tidak diindahkan, BKD Lebong diminta untuk berkoordinasi dengan Pemprov Bengkulu yang memiliki kewenangan menerbitkan izin untuk memberikan teguran.

“Kalau misalkan ada persoalan, petugas di lapangan kurang. Ya..ditambah..kalau tidak cukup personel di BKD sebagai leading sector. Untuk inforcement, ya..polisi pamong praja itu tadi,” tandas Rama Chandra.

Seperti dilansir fokusbengkulu.com, sebelumnya, ada tiga Galian C yang sudah berproduksi namun tidak menyampaikan laporan jumlah produksi. Yakni Galian C milik Hamdan yang memproduksi batu di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, Galian C milik Royana SE yang juga Anggota DPRD Lebong di Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan yang memproduksi pasir.

Terakhir, Galian C milik Hanafiah Makmun di Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan yang memproduksi pasir.

Laporan jumlah produksi ini sendiri seharusnya menjadi dasar bagi Bidang Pendapatan BKD Lebong untuk menghitung ketetapan pajak. Tapi, laporan jumlah produksi diduga kuat tidak pernah diserahkan. (emzon)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Pelarian Mufran Imron Berakhir

Minggu, 9 Mei 2021 05:21 WIB

Mufran Imron (topi hitam) saat diperiksa kesehatannya sebelum ditahan fokusbengkulu,kotabengkulu – Pelarian tersangka kasus korupsi dana hibah...

Ibu Muda di Lebong Gantung Diri, Anaknya yang Masih Balita Kini Piatu

Sabtu, 8 Mei 2021 11:44 WIB

Korban saat akan dibawa ke RSUD Lebong fokusbengkulu,lebong – Seorang ibu muda berinisial DS (20) yang berdomisili di Kelurahan Kampung Jawa...

Bupati Kopli Pastikan Normalisasi Sungai Piantan di 2022

Sabtu, 8 Mei 2021 12:38 WIB

Bupati saat berdiskusi di pinggir sungai Air Piantan fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori memastikan normalisasi sungai Air Piantan...

Bupati Larang ASN Lebong Mudik, Apalagi Gunakan Mobnas

Selasa, 4 Mei 2021 07:21 WIB

Bupati Lebong Kopli Ansori fokusbengkulu,lebong – Ini peringatan bagi seluruh ASN di lingkup Pemkab Lebong. Khususnya bagi pejabat eselon yang...

Bupati dan Ketua DPRD Lebong Teken Rancangan Awal RPJMD 2021-2026

Selasa, 4 Mei 2021 05:18 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori dan Ketua DPRD Carles Ronsen SSos menandatangani kesepakatan rancangan awal Rencana Pembangunan...

Toyota Hilux Jatuh ke Jurang, Sopir Patah Pinggang

Minggu, 2 Mei 2021 09:50 WIB

fokusbengkulu,lebong – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan provinsi di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang pada Minggu (2/5/2021) siang...

HIPMI dan JMSI Bengkulu Berkolaborasi

Minggu, 2 Mei 2021 02:18 WIB

Dari kiri ke kanan : Dewan pakar JMSI Marsal Abadi, Ketua JMSI Riki Susanto, Ketum HIPMI Undang Sumbaga dan Dewan Pembina HIPMI Yuan...

BPD Berperan Wujudkan Lebong Bahagia dan Sejahtera

Sabtu, 1 Mei 2021 10:58 WIB

Bupati Kopli Ansori saat melantik anggota BPD fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori meminta seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa...

Enam Kali Bersurat ke DPUPR Minta Jalan Provinsi Diperbaiki, Toso : Tak Pernah Direspons

Kamis, 29 Apr 2021 11:48 WIB

Plt Kabid Bina Marga Haris Santoso ST fokusbengkulu,lebong – Pemkab Lebong melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (DPUPRP)...

Penyidikan Korupsi di Setwan Lebong Terus Bergulir, Delapan Auditor Hitung Kerugian Negara

Rabu, 28 Apr 2021 11:48 WIB

Kasis Pidsus Kejari Lebong Ronald Thomas Mendrofa SH fokusbengkulu,lebong – Penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran rutin di Sekretariat Dewan...

%d blogger menyukai ini: