• 578
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    578
    Shares

Foto : Ilustrasi/net

fokusbengkulu,lebong – Terdaftarnya MH (22) warga Kelurahan Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah sebagai penerima Bantuan Sosial (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, menjadi sorotan banyak pihak.

Itu lantaran MH diketahui masih lajang alias belum menikah dan sedang menempuh pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Bengkulu.

Selain itu, MH belakangan diketahui merupakan anak kandung dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Lebong Tengah berinisial Ro.

Bantuan Social Saftey Net (Jaring Pengaman Sosial) akibat Pandemi Covid-19 senilai Rp 600 ribu per bulan tersebut, diduga kuat sudah diterima MH sebanyak dua kali. Total Rp 1,2 juta.

Sementara, di Kelurahan Embong Panjang, disinyalir masih banyak yang lebih layak menerima BST, ketimbang MH yang notabenenya masih menjadi tanggungan orang tuanya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Lurah Embong Panjang Haidir Sawaludin SE mengaku tidak tahu terkait hal itu. Kata dia, sebagai lurah, dia menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi dan validasi (Verval) data penerima BST itu kepada perangkat yakni Ketua RT/RW.

“Kalau saya, tentu tidak paham seluruh warga di Kelurahan Embong Panjang. Mohon maaf, mungkin ini keteledoran saya. Tapi, saat diminta untuk verval, saya menekankan betul kepada perangkat saya agar mengganti penerima yang tidak layak ke penerima yang layak,” ungkap Sawaludin.

Dia menambahkan, mengingat perangkat memiliki cakupan atau wilayah kerja yang lebih kecil. Dia meyakini bahwa perangkat jauh lebih memahami dan mengenali warga di masing-masing RT. Di Kelurahan Embong Panjang sendiri, terdapat 9 RT. MH diketahui, tinggal di RT 3.

“Mohon maaf, saya tidak hapal..nama..muka..saya tida hapal. Saya waktu itu, tidak mungkin memanggil nama yang masuk daftar itu satu per satu. Sebab, saya diberikan data itu sekitar jam 10. Dan sudah harus disampaikan lagi ke dinas sekitar jam 1 siang. Tapi, saya sudah wanti-wanti kepada perangkat saya, apakah data itu sudah tepat dan valid. Jangan sampai nanti timbul masalah di kemudian hari,” beber Sawaludin.

Dia juga menegaskan, dalam proses revisi data penerima BST itu, dirinya sama sekali tidak memasukkan nama-nama keluarganya.

“Jadi, kalau berbicara soal nepotisme, saya mohon maaf betul. Saya orang Embong Panjang asli, tapi saya tidak memasukkan nama-nama sanak atau famili saya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Camat Lebong Tengah Sugiarto SH, saat dikonfirmasi fokusbengkulu.com mengaku bahwa pihaknya sama sekali dilibatkan dalam proses pendataan.

“Jelas tidak sesuai dan tidak layak kalau yang menerima ini masih belum menikah dan anak TKSK. Kalau kami tidak tahu, terkait DTKS. Koordinasinya ke kita juga memang tidak ada. Misalkan, ada tembusan ke kita terkait data penerima BST. Itu tidak ada. Yang kita harapkan itu, bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” demikian Sugiarto. (wez)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Telegram Netralitas Polri Terbit, Kabid Humas : Tak Pandang Pangkat dan Jabatan

Senin, 23 Nov 2020 12:52 WIB

fokusbengkulu,kotabengkulu – Pilkada serentak tahun 2020 sudah di depan mata. Polri sebagai instrumen terpenting dalam menjaga keamanan dan...

Begini Tunanetra Memilih

Minggu, 22 Nov 2020 05:14 WIB

fokusbengkulu,lebong – Simulasi pemungutan dan penghitungan suara (Putungsura) yang digelar KPU (Komisi Pemilihan Umum) Lebong, Sabtu (21/11/2020),...

Siang Bolong, Pria Paruh Baya di Rejang Lebong Ini Gagahi Anak Keterbelakangan Mental

Minggu, 22 Nov 2020 01:50 WIB

Pelaku berinisial SA saat diperiksa polisi  fokusbengkulu,rejanglebong – Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Rejang...

7 Personel Terpapar Covid-19, Kapolres Rejang Lebong Bantu Sembako dan Obat-obatan

Sabtu, 21 Nov 2020 07:40 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno S.IK MH, Jum’at (20/11/2020) membesuk anggotanya yang terpapar Covid-19...

Meski Pandemi, Pemilih Tak Perlu Khawatir Datang ke TPS

Sabtu, 21 Nov 2020 04:17 WIB

Komisioner KPU Lebong Yoki Setiawan saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan simulasi fokusbengkulu,lebong – Meski pelaksanaan Pilkada...

Ikuti Webinar Pemulihan Ekonomi, Ada e-Sertifikat Gratis dan Doorprize

Jumat, 20 Nov 2020 08:24 WIB

fokusbengkulu,lebong – Untuk mengurangi dampak Pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Pemerintah...

Cerita Rozali dan Sisran Haropi yang Bertahun-tahun Jadi Sopir Ambulans Kopli Care

Jumat, 20 Nov 2020 05:24 WIB

Ambulans Kopli Care fokusbengkulu,lebong – Tak ada yang tak kenal Kopli Ansori di Lebong. Pengusaha muda yang juga Ketua DPD PAN (Partai Amanat...

Ditikam, Karyawan SPBU Pasar Kepahiang Tewas

Jumat, 20 Nov 2020 12:40 WIB

fokusbengkulu,kepahiang – Warga Kelurahan Pasar Kepahiang gempar. Seorang karyawan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Gery Sutrodo (26)...

Pastikan Prokes Ketat Saat Pencoblosan, KPU Lebong Gelar Simulasi Putungsura

Jumat, 20 Nov 2020 09:24 WIB

Yoki Setiawan fokusbengkulu,lebong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong akan menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara...

Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur, Oknum Kades dan Perangkat Diamankan

Kamis, 19 Nov 2020 09:45 WIB

fokusbengkulu,kaur - Oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur berinisial YD beserta dua perangkatnya NP dan SO, terpaksa...