• 508
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    508
    Shares

Kepala PMD Provinsi Bengkulu M Syahroni SSos MM bersama istri/Fb 

fokusbengkulu,lebong – Dugaan adanya oknum Pendamping Desa (PD) yang mematok biaya untuk pembuatan RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa).

Penyusunan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa), RPJMDes, hingga ke Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa (DD).

Hal tersebut juga menjadi perhatian Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bengkulu M Syahroni SSos MM.

Wajar saja, sebab KPW (Koordinator Pendamping Wilayah), TA, PD hingga ke PLD berada di bawah naungan Dinas PMD Provinsi Bengkulu sebagai Satker.

Kepada fokusbengkulu.com, saat dikonfirmasi Jum’at (3/7/2020), Syahroni dengan tegas mengatakan, jika terbukti bahwa ada oknum PD berulah seperti yang diisukan, maka dirinya tidak akan segan-segan, untuk memecat oknum PD yang dimaksud.

“Saya tegaskan, kalau terbukti. Ada hitam di atas putih, atau ada pengakuan tertulis dari kades hari ini. Besok, PD-nya saya pecat. Kita cari gantinya,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala BPMPPKB Kabupaten Lebong (sebelum perombakan OPD,red).

Dikatakan Syahroni, pascamencuatnya isu tersebut, dirinya langsung mengintsruksikan Tenaga Ahli (TA) atau pendamping kabupaten untuk menelusuri kebenaran terkait dugaan itu.

Tak hanya itu, kata dia, Koordinator Pendamping Wilayah (KPW) juga diminta untuk menyelidiki.

“Karna koordinasinya kan berjenjang. Dari pendamping kabupaten ke koordinator wilayah. Saya sudah instruksikan untuk cari tahu. Kalau nanti terbukti, kita berhentikan. Putus kontrak,” imbuh Syahroni.

Dia mengakui, jika ada pernyataan keberatan tertulis dari kades, dirinya akan sangat cepat mengambil keputusan untuk memberhentikan oknum PD.

“Kalau kades berani, atau camat..memang terbukti, ada oknum PD yang meminta (Sejumlah uang,red). Kalau hari ini ada surat kades, besok saya panggil pendamping yang terbukti itu. Lusa saya berhentikan,” tandas pria yang juga pernah menjabat sebagai Camat Rimbo Pengadang ini.

Sementara itu, Koordinator TAPM (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat) Supriyatna SSos saat dikonfirmasi, usai rapat terkait Siltap (Penghasilan Tetap,red) para kades di aula Bappeda, Kamis (2/7/2020) kembali menegaskan bahwa PD tidak boleh menjual jasa kepada kades. Apalagi sampai mematok.

“Kami dari supervisor itu akan mengevaluasi. Saya lebih ke mewarning para pendamping jangan sampai itu terjadi. Kami setiap enam bulan ada evaluasi kinerja. Ke depannya, kalau memang terpaksa untuk membantu. Bantu saja. Jangan mematok harga,” tegas Supriyatna.

Dia mengatakan, sebagai supervisor, ada tahapan yang akan dilakukan jika diketahui ada PD yang berulah. Akan ada Surat Peringatan (SP) 1, SP 2 hingga SP 3. Jika tidak diindahkan, maka pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi untuk diganti.

“Kami akan sampaikan rekomendasi ke Satker Provinsi dalam hal ini Dinas PMD agar PD nya diganti, kalau SP1 hingga SP3 tidak dipatuhi,” demikian Supriyatna. (wez)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Buntut Larangan Meliput, PWI Lebong Sampaikan Surat ke Kapolres

Sabtu, 27 Feb 2021 10:50 WIB

Sekretaris PWI Dwi Nopiyanto saat menyerahkan surat ke Sium Polres Lebong fokusbengkulu,lebong – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten...

Resmi Dilantik, Kopli Ansori – Fahrurrozi Kini Nahkodai Lebong

Jumat, 26 Feb 2021 06:01 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lebong, Kopli Ansori - Fahrurrozi fokusbengkulu,lebong - Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah MMA resmi melantik Bupati...

Polres Rejang Lebong Gulung Pelaku Pencurian di Batu Galing

Jumat, 26 Feb 2021 11:08 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Kasus pencurian yang dilaporkan Radiansyah (25) warga Kelurahan Batu Galing Kecamatan Curup Tengah pada Rabu...

Fadil Regan Pamit, Arief Siap Bersinergi Wujudkan Lebong Bahagia dan Sejahtera

Kamis, 25 Feb 2021 08:02 WIB

Kajari Lebong Arief Indra Kusuma Adhi (tengah) berfoto bersama  fokusbengkulu,lebong -  Ada yang menarik dalam acara pisah sambut Kepala Kejari...

Pemuda Ini Ditangkap Setelah Aksinya Bobol Rumah Terekam CCTV

Rabu, 24 Feb 2021 09:40 WIB

fokusbengkulu,kotabengkulu – Seorang pemuda berinisial AA (20), warga Desa Muara Santan Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara ditangkap...

Polisi Larang Jurnalis Meliput Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan ASN Lebong

Rabu, 24 Feb 2021 01:50 WIB

fokusbengkulu,lebong – Rekonstruksi kasus pembunuhan ASN Lebong berinisial DF (30) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri berinisial YR (33)...

Pasangan yang Mau Menikah Boleh Sewa Organ Tunggal Buat Dangdutan, Tapi Ada Syaratnya..

Rabu, 24 Feb 2021 11:35 WIB

Rapat yang digelar DPRD dan Satgas Covid-19 Lebong, Selasa (23/2/2021) fokusbengkulu,lebong – Pemilik usaha hiburan dan Wedding Organizer (WO)...

Pria 60 Tahun Ditemukan Kaku di Kebun

Selasa, 23 Feb 2021 09:54 WIB

Korban saat dievakuasi fokusbengkulu,lebong – Warga Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya, Selasa (23/2/2021) pagi sekira pukul 10.00 WIB gempar. Abdul...

Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Lebong Naik Penyidikan, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka

Selasa, 23 Feb 2021 01:16 WIB

Kasi Intelijen Kejari Lebong Imam Hidayat SH MH saat menggelar press release, Selasa (23/2/2021) fokusbengkulu,lebong – Kasus Tuntutan Ganti Rugi...

Deadline Pengembalian TGR DPRD Lebong Rp 1,3 Miliar Berakhir dalam Hitungan Jam

Senin, 22 Feb 2021 10:47 WIB

Kasi Intelijen Imam Hidayat SH MH (tengah) saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2021) fokusbengkulu,lebong – Perkara Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di...

%d blogger menyukai ini: