Insiden Cabai Berujung ke Polisi, Oknum Kadis Ancam Lapor Balik ‘Martono’

Minggu, 12 Jul 2020 12:18 WIB
Editor : Emzon Nurdin

Laporan terkait insiden penyiraman air cabai, saat ini masih ditindaklanjuti oleh Sat Reskrim Polres Lebong, EW kabarnya akan melapor balik korban penyiraman air cabai berinisial Ri, atas dugaan perselingkuhan 

fokusbengkulu,lebong – Insiden penyiraman air cabai ke wajah salah satu ASN (Aparatur Sipil Negara) perempuan berinisial Ri, yang diketahui bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebong, Rabu (8/7/2020), saat ini bergulir di kepolisian.

Terduga pelaku penyiraman, berinisial EW, diketahui menjabat sebagai kepala di salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di jajaran Pemkab Lebong.

Penelusuran media ini, kuat dugaan bahwa insiden penyiraman cabai tersebut dipicu terbongkarnya dugaan perselingkuhan antara korban penyiraman berinisial Ri tersebut dengan Gu, yang tak lain adalah suami terduga pelaku penyiraman.

Berdasarkan pengakuan terduga pelaku EW, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis), dirinya menyiram Ri dengan cabai karena emosi dan terbakar cemburu.

Dugaan perselingkuhan tersebut terkuak saat terduga pelaku mendapati pesan WhatsApp (WA) dari Ri di Handphone (Hp) milik suaminya, pada malam hari sebelum insiden cabai itu terjadi. 

Pesan WA dari Ri tersebut bertuliskan kata ‘sayang’. Melihat pesan berisikan kata-kata mesra itu, spontan membuat EW emosi.

Lalu, EW menghubungi Ri dan mempertanyakan maksud dari pesan dengan kata ‘sayang’ yang dikirimkan ke suaminya.

Nama kontak Ri sendiri di Handphone (Hp) milik Gu, ditulis Martono. Diduga, untuk menyembunyikan identitas asli si pemilik kontak. Nama kontak Martono, tapi foto profil adalah perempuan yang diduga kuat adalah Ri.

“Dio (Ri,red) ngajak aku ketemu untuk menyelesaikan masalah,” ungkap EW, Kamis (9/7/2020).

Diceritakan EW, pertemuan disepakati di Kantor Disnakertrans, di jalur perkantoran Tubei, pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

EW tiba lebih dulu pada hari yang telah disepakati itu, yakni sekitar pukul 08.15 WIB.

Tak lama berselang, Ri tiba di Kantor Disnakertrans. EW lantas menanyakan kepada Ri maksud dari pesan yang berisi kata “sayang” kepada suaminya itu. Jawaban Ri mengejutkan. Ri mengaku bahwa suami EW, menyukainya.

Jawaban tak pantas tersebut spontan membuat darah EW mendidih. EW lantas secara refleks menyiram cabai ke arah muka Ri.

EW mengaku, awalnya dia tidak berniat menyiram muka Ri dengan cabai.

“Tapi karena dengar jawabannya yang mengatakan suami saya suka sama dia. Spontan saja aku emosi dan nyiram muko dio pakai cabe kuah kemplang,” beber EW.

EW juga mengungkapkan, dirinya sudah lama mengendus dugaan perselingkuhan antara korban dengan suaminya. Tapi, selama ini dia mengaku belum memiliki bukti atas dugaannya itu.

“Selama ini saya diam saja, karena belum ada bukti kuat. Saya tidak mungkin bertindak kalau tidak ada bukti,” tandas EW.

Teranyar, beredar isu akan adanya mediasi damai antara EW dan Ri. Sebelum isu tersebut beredar, EW yang mengantongi sejumlah bukti terkait dugaan perselingkuhan Ri dengan suaminya berinisial Gu, sempat mengancam akan melapor balik Ri.

Jum’at (10/7/2020) sore, EW mendatangi Mapolres Lebong. Dia mengaku datang ke Mapolres Lebong karena berniat melapor balik Ri.

Saat itu, EW bahkan tampak tak ragu menunjukkan bukti dugaan perselingkuhan Ri dengan suaminya.  Berupa rekaman suara telpon antara korban dan suaminya, serta foto korban yang terdapat di handpone suami EW.

“Saya bisa lapor balik dia (R,red) kasus perselingkuhan. Saya sudah bawa alat bukti ada foto, rekaman suara dan bukti transfer suami saya ke korban,” beber EW kepada awak media di halaman Mapolres Lebong, Jum’at (10/7/2020).

Di tempat terpisah, korban penyiraman air cabai berinisial Ri, saat dikonfirmasi enggan berkomentar. Ri meminta agar awak media mengkonfirmasi langsung ke pihak kepolisian. 

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur S.IK ketika dikonfirmasi memastikan, laporan dugaan penyiraman air cabai tersebut masih ditindaklanjuti Sat Reskrim Polres Lebong.

Sat Reskrim, kata Kapolres, sudah mengamankan barang bukti botol cabai dan masih memanggil sejumlah saksi yang ada saat kejadian untuk dimintai keterangan.

“Laporan itu (Dugaan penyiraman air cabai,red) masih diproses Sat Reskrim. Hari ini sudah diamankan barang bukti botol air cabai. Termasuk memanggil sejumlah saksi,” ungkap Kapolres, (10/7/2020) siang.

Dia menambahkan, terkait informasi adanya upaya mediasi maupun laporan balik dugaan perselingkuhan, semua itu kembali kepada pelapor dan terlapor.

“Masalah mediasi untuk perdamaian dan laporan balik oleh terlapor. Itu semua kembali kepada kedua belah pihak. Pada intinya selama laporan belum dicabut, proses tetap lanjut,” demikian Kapolres. (red)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

Tok ! DPRD Lebong Sahkan Perubahan APBD 2022

Kamis, 29 Sep 2022 08:02 WIB

fokusbengkulu,lebong – DPRD Lebong menggelar rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...

Polisi Tangkap Pria Ngaku Wartawan Usai Peras Ketua Poktan

Rabu, 28 Sep 2022 04:23 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Seorang pria berinisial SE (40) warga Desa Turan Baru Kecamatan Curup Selatan ditangkap personel Polsek Bermani Ulu...

DPRD Bahas Polemik Perpindahan Penduduk, Kades dan Ketua Adat Silang Pendapat

Rabu, 28 Sep 2022 03:18 WIB

fokusbengkulu,bengkuluutara – DPRD Bengkulu Utara melalui Komisi I menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing terkait polemik perpindahan...

Soal Dokumen Legalitas, Komisi III Nilai PT SIL Bertele-tele

Rabu, 28 Sep 2022 02:22 WIB

fokusbengkulu,bengkuluutara -  Komisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Utara tampaknya begitu getol memperjuangkan aspirasi masyarakat Bumi Ratu Samban...

Hearing dengan Komisi III, PT SIL Akui Garap Kawasan Hutan Register 71 Air Bintunan

Rabu, 28 Sep 2022 01:47 WIB

fokusbengkulu,bengkuluutara - Komisi III DPRD Bengkulu Utara kembali memanggil manajemen PT Sandabi Indah Lestari untuk mengikuti Rapat Dengar...

Heboh, Warga Bermani Ulu Temukan Tengkorak Manusia

Selasa, 27 Sep 2022 11:00 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Warga Desa Purwodadi Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (26/9/2022) sore sekira pukul 15.45 WIB,...

Bupati Prioritaskan Anggaran Pilkades dan Rekrutmen P3K di Perubahan APBD

Senin, 26 Sep 2022 11:55 WIB

fokusbengkulu,lebong – DPRD Kabupaten Lebong menggelar tiga rapat paripurna dengan agenda berbeda secara maraton pada Senin (26/9/2022) bertempat...

BUMDes Nangai Tayau I Gulung Tikar, Inspektorat Segera Audit

Senin, 26 Sep 2022 07:54 WIB

fokusbengkulu,lebong – Inspektorat Kabupaten Lebong memastikan akan segera mengaudit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nangai Tayau I Kecamatan Amen....

Giliran BRIN Dukung Percepatan Pembangunan di Lebong

Jumat, 23 Sep 2022 08:53 WIB

fokusbengkulu,lebong – Upaya Bupati Lebong Kopli Ansori yang terus menggalang dukungan dari pemerintah pusat agar terwujud percepatan pembangunan...

Usai Asesmen, Peserta Lelang JPTP akan Ikuti Uji Gagasan

Jumat, 23 Sep 2022 06:44 WIB

fokusbengkulu,lebong – Peserta Seleksi Terbuka (Selter) atau lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup Pemkab Lebong kembali akan...

%d blogger menyukai ini: