• 1.9K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1.9K
    Shares

Posko Covid-19 Lebong di Desa Bioa Sengok 

fokusbengkulu,lebong – Sejak 2 pekan terakhir, Posko Covid-19 (Corona Virus Disease) Kabupaten Lebong di perbatasan dengan Kabupaten Rejang Lebong. Tepatnya di Desa Bioa Sengok Kecamatan Rimbo Pengadang, lengang.

Tidak lagi tampak ada aktifitas di posko tersebut. Kendaraan bisa bebas lalu lalang. Baik dari arah Kabupaten Rejang Lebong menuju ke Lebong. Pun sebaliknya.

Tidak ada pemeriksaan suhu tubuh, maupun pendataan seperti sebelumnya.

Posko yang menjadi garda terdepan dalam memerangi Covid-19 itu, kini kosong melompong ibarat rumah yang ditinggal pergi penghuninya.

Yang ada hanya meja, kursi, kipas angin serta beberapa barang lainnya.

Termasuk, satu unit mobil dapur lapangan milik Dinas PMDSos Kabupaten Lebong yang terparkir di belakang posko. Mobil itu pun, tidak berfungsi.

Kondisi Posko Covid-19 di perbatasan Lebong-Bengkulu Utara (BU), tepatnya di Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas juga tak jauh berbeda.

Rupanya, petugas gabungan yang berjaga siang dan malam di Posko untuk mempertahankan Lebong tetap dalam zona hijau Covid-19, seluruhnya sudah menarik diri.

Ada apa ? Tersendatnya pembayaran uang lelah para petugas menjadi alasan utama. Selain kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Bahkan, petugas dari Bidang Perhubungan dan Saptol PP, sudah menarik diri sejak awal Juni 2020 lalu.

Pasca petugas Bidang Perhubungan dan Satpol PP menarik diri. Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI dan Polri masih bertahan.

Belakangan, petugas Dinkes pun sudah mulai ogah-ogahan. Hingga akhirnya memutuskan menarik diri pula.

Terakhir, petugas dari BPBD, TNI dan Polri serta PMI (Palang Merah Indonesia) Lebong juga mengambil sikap serupa.

Infonya, uang lelah petugas posko yang besarannya Rp 100.000 setiap kali shift tugas (Sehari semalam atau 24 jam), belum dibayarkan sejak Juni 2020. Uang lelah yang belum dibayarkan untuk 60 hari.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Koordinator Posko Covid-19 Kabupaten Lebong Fakhrurrozi SSos M.Si yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, membenarkan hal tersebut.

Pria yang akrab disapa Rozi ini mengakui, kosongnya Posko Covid-19 di perbatasan, tidak hanya dipicu keterlambatan dalam membayar uang lelah.

Termasuk juga besaran uang lelah sebesar Rp 100.000 yang juga banyak dikeluhkan.

“Kami kan selaku koordinator, tidak bisa semena-mena menambah itu (Uang lelah,red). Karena ada aturan. Satu orang Rp 100 ribu per 24 jam, itu ada Perka (Peraturan Kepala,red) BNPB,” terang Rozi, Kamis (13/8/2020).

Terkait keterlambatan pembayaran uang lelah, Rozi tidak menampik. Kata dia, untuk pembayaran uang lelah Tahap I dan II lancar.

Namun, untuk Tahap III, sampai Kamis (13/8/2020), belum cair. Pengajuan sudah disampaikan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong.

“Disposisi Pak Bupati sudah kita ambil. Nah, sampai sekarang, prosesnya di BKD (Badan Keuangan Daerah,red). Saya tidak tahu apo lagi kendalanya,” kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dishutbun Kabupaten Lebong (OPD lama,red) ini.

Dia mengatakan, besaran biaya operasional kedua Posko Covid-19 Lebong yang diajukan untuk  Tahap III ini berkisar Rp 540 juta.

Di dalamnya termasuk untuk membayar uang lelah petugas Posko yang belum dibayarkan selama 60 hari.

“Kalau pengajuan itu, mungkin setengah bulan lebih. Review inspektorat sudah. Aku malas pusing lagi sekarang. Yang jelas, semua persyaratan sudah kita lengkapi,” tandas Rozi.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten  Lebong Erik Rosadi SSTP M.Si membantah bahwa pengajuan pencairan Belanja Tak Terduga (BTT) Tahap III itu sudah disampaikan sejak sekitar 15 hari yang lalu.

Menurut Erik, dia diberi tahu bahwa berkas pengajuan pencairan sudah dimasukkan ke BKD, baru pekan lalu saat dirinya sedang Dinas Luar (DL) ke Kemendagri.

Mantan Camat Pinang Belapis ini mengakui, sebelumnya, BKD justru menunggu-nunggu usulan pencairan BTT Covid-19. Tapi, tidak ada pengajuan.

“Terkait pengajuan itu, di sini saya perjelas. Pengajuan ini dimasukkan pada saat kami sedang berangkat. Lagi dinas luar ke Kemendagri minggu lalu. Saat kami dinas, ada laporan bahwa ada masuk pengajuan. Saya langsung sampaikan agar diproses. Saat itu, karena kita sedang DL, jadi tidak disampaikan kendalanya apa,” terang Erik, saat dikonfirmasi di Sekretariat DPRD Lebong, Kamis (13/8/2020).

Setelah masuk kantor lagi pada Senin (10/8/2020) lalu, sambung Erik, diketahui ada beberapa kendala. Pertama, kendala internal yakni aplikasi Simda Keuangan belum diupdate untuk menampung pelaporan BTT.

Dia langsung memerintahkan agar Simda diupdate. Termasuk meminta kepada OPD-OPD penerima BTT untuk mengupdate Simda.

Setelah diupdate, ada masalah eksternal. Yaitu, harus menginput laporan realisasi dana yang telah dicairkan sebelumnya.

“Nah, BPBD ternyata belum pernah menyampaikan, sudah dua kali pencairan itu. Makanya saya bilang. Mintak dong.., kita surati. Informasinya tadi, laporan itu sudah. Pada prinsipnya, kami tidak ada menghambat. Kalau semuanya sudah lengkap dan tidak ada lagi kendala. Kita akan langsung terbitkan SP2D,” tandas Erik. (wez)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Langkah Kopli Ansori Perketat Pintu Masuk Lebong Tuai Pujian

Jumat, 30 Jul 2021 09:52 WIB

Kopli Ansori saat mendampingi Rohidin Mersyah meninjau posko PPKM di Desa Taba Blau, Jum'at (30/7/2021) fokusbengkulu,lebong – Langkah Ketua...

Datang ke Rejang Lebong, Gubernur Ingin Pastikan Bantuan di Tengah Penerapan PPKM Terealisasi

Jumat, 30 Jul 2021 08:12 WIB

Gubernur Rohidin Mersyah saat tiba di Rumdin Bupati fokusbengkulu,rejanglebong - Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah MMA bersama segenap unsur...

Sempat Viral, Petani Lebong yang Pakai Masker Daun Dapat Amplop dari Gubernur

Jumat, 30 Jul 2021 05:36 WIB

Gubernur Rohidin Mersyah saat menyerahkan amplop, Jum'at (30/7/2021) fokusbengkulu,lebong – Dua orang petani warga Desa Tik Tebing Kecamatan...

Bank Bengkulu Kembali Salurkan Dana CSR, Kali Ini Sasar Masjid dan Panti Asuhan

Kamis, 29 Jul 2021 10:28 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bank Bengkulu Cabang Muara Aman kembali menyalurkan bantuan dana melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) atau...

Bupati Apresiasi Bintara Asal Papua Tempuh Pendidikan di SPN Bukit Kaba

Rabu, 28 Jul 2021 05:21 WIB

Bupati Syamsul Effendi saat mengikuti tradisi Diktukba, Senin (26/7/2021) fokusbengkulu,rejanglebong – Sebanyak 413 orang Siswa Bintara (Seba)...

PPKM di Rejang Lebong Masih Berlangsung, Bupati Syamsul Effendi Salurkan Bantuan Beras

Selasa, 27 Jul 2021 09:45 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Meningkatnya jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong memaksa pemerintah daerah menerapkan PPKM...

Satgas Covid-19 Lebong Putuskan Sopir Travel Hanya Tes Swab Antigen Seminggu Sekali, Kecuali..

Selasa, 27 Jul 2021 07:38 WIB

Bupati Kopli Ansori saat dikonfirmasi usai rapat evaluasi Satgas Covid-19, Selasa (27/7/2021) fokusbengkulu,lebong – Ketua Satgas Covid-19 yang...

Sopir Travel Ngeluh Penumpang Berkurang, Kopli Ansori Pastikan Pemerintah Segera Beri Solusi

Senin, 26 Jul 2021 10:06 WIB

Bupati Kopli Ansori saat bertemu dengan para sopir travel, Senin (26/7/2021) fokusbengkulu,lebong – Puluhan sopir travel Lebong yang bernaung di...

Innalillahi, Pria Lansia di Lebong Utara Ditemukan Tewas Gantung Diri

Minggu, 25 Jul 2021 11:15 WIB

Korban Suryanto saat akan dibawa pulang ke rumah duka dari RSUD Lebong fokusbengkulu,lebong – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..seorang pria...

Peduli Warga yang Sedang Isolasi Mandiri, Bupati Kopli Salurkan Bantuan Pangan

Jumat, 23 Jul 2021 07:56 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori didampingi Wabup Drs Fahrurrozi MPd menyalurkan bantuan jaminan hidup (Jadup) kepada warga yang...

Berita Terbaru

International

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Fokus