• 170
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    170
    Shares

Agusrin M Najamudin/net

fokusbengkulu,kotabengkulu – Ahli Hukum Pidana yang juga Guru Besar Universitas Bengkulu (Unib) Prof Dr Herlambang SH MH menjelaskan bahwa eks napi koruptor baru bisa nyalon lagi setelah lima tahun pasca menjalani hukumannya.

“Dihitung apakah lima tahun setelah menjalani pidana, sudah cukup waktu untuk bisa mendaftar di KPU,” katanya.

Agusrin sendiri dieksekusi pada 10 April 2012. Mendekam di LP Sukamiskin dan menjalani masa penjara hingga 6 November 2014, sesuai surat Lapas Sukamiskin.

Agusrin kemudian menjalani masa pelepasan bersyarat hingga 12 Desember 2016, sesuai surat yang dikeluarkan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Kelas I Bandung.

Belakangan beredar, surat Agusrin menjalani masa pidana di Lapas Sukamiskin. Juga surat dari Bapas I Bandung.

Herlambang mengakui mengikuti hal tersebut, dan menurutnya tidak ada kontroversi.

“Iya, saya sempat mengikuti dan melihat surat dari lapas dan bapas itu. Tidak ada kontroversi dari surat itu dan memang begitu prosedurnya,” kata Herlambang.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang kapan seorang napi selesai menjalankan hukumannya ?

Ada tiga tahap yang dilalui napi saat menjalankan masa hukuman.

Pertama, maximum security. Ini masa pengenalan lingkungan di lapas atau biasa dikenal mampenaling. Pengamanan lebih maksimal. Biasanya satu bulan.

Kedua, medium security, di mana Napi menghabiskan hari-harinya di lapas, dengan pengamanan yang sedikit dikurangi dari maximum security.

Ketiga, minimum security, pengamanan minim.

“Biasanya setelah menjalani 2/3 masa pidana penjara, selanjutnya napi bisa mengajukan pelepasan bersyarat untuk menyelesaikan pidananya,” Herlambang menjelaskan.

Pada minimum security, napi tersebut menjalankan hukumannya di luar tembok penjara.

“Nah saat di luar penjara, napi itu dipantau oleh Bapas, tidak lagi oleh Lapas,” lanjutnya.

Terkait masa pidana Agusrin, jika surat yang dikeluarkan Lapas Sukamiskin dan Bapas Bandung seperti dalam surat yang beredar, maka Agusrin selesai menjalani pidana kasusnya sesuai yang dikeluarkan Bapas I Bandung.

“Kalau tidak salah, surat dari bapas itu dinyatakan sudah selesai menjalani pidananya dari tahun 2016 ya. Yang dipakai ya surat dari bapas itu,” terang Herlambang.

Bagaimana menghitung pencalonan Agusrin? Herlambang menerangkan, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, bagi napi korupsi baru bisa mencalonkan diri setelah lima tahun selesai menjalankan pidananya.

“Ya dihitung dari surat bapas itu,” ujarnya.

Jika dihitung dari 12 Desember 2016 sesuai surat yang dikeluarkan bapas, artinya Agusrin baru bisa mendaftar menjadi calon gubernur pada Desember 2021 ?

“Iya, kalau memang surat dari bapas menyatakan seperti itu,” kata Herlambang.

Untuk diketahui, Agusrin tersandung kasus korupsi pada 2006 lalu. Ia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan putusan bebas.

Namun kasus ini naik kasasi, Mahkamah Agung menyatakan, Agusrin terbukti melakukan korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2006, dengan kerugian negara Rp 20,162 miliar.

Dia kemudian divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan. Agusrin lalu dieksekusi Kejari Bengkulu pada 10 April 2012.(red)

Sumber : GarudaDaily.com (JMSI Bengkulu)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Polisi Geledah Rumah Mufran Imron

Senin, 8 Mar 2021 05:53 WIB

fokusbengkulu,kotabengkulu – Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bengkulu menggeledah rumah Ketua KONI...

Buka Rakerda JMSI Sumbar, Wagub Sampaikan Pentingnya Media Siber untuk Edukasi Vaksin

Sabtu, 6 Mar 2021 10:58 WIB

fokusbengkulu,padang - Media massa, khususnya media digital atau siber berperan penting dalam mengedukasi masyarakat tentang arti vaksinasi Covid-19...

Bandit Pecah Kaca Beraksi, Sasar Mobil Hakim di Bengkulu

Sabtu, 6 Mar 2021 08:42 WIB

fokusbengkulu,kotabengkulu – Komplotan bandit pecah kaca beraksi di Jalan KZ Abidin Kelurahan Kebun Dahri Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu...

Miris, Remaja 13 Tahun di Bengkulu Utara Nekat Curi Motor

Kamis, 4 Mar 2021 10:41 WIB

Press release curanmor di Mapolres Bengkulu Utara, Rabu (3/3/2021) fokusbengkulu,bengkuluutara – Kasus curanmor terjadi di Kabupaten Bengkulu...

Mobil Manager Indomaret Tabrak Bocah 5 Tahun di Kepahiang

Kamis, 4 Mar 2021 08:19 WIB

fokusbengkulu,kepahiang – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan Desa Suro Lembak Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang pada Rabu (3/3/2021)...

Meski Mendekam di Lapas, Napi Ini Bisa Edar Sabu

Rabu, 3 Mar 2021 06:27 WIB

Press release terkait peredaran sabu di Lapas Bentiring fokusbengkulu,kotabengkulu – Jeruji besi rupanya tak jadi penghalang bagi RK (43) yang...

Tancap Gas Usai Dilantik, Bupati : Kita Harus Banyak Bekerja

Selasa, 2 Mar 2021 11:50 WIB

Bupati Kopli Ansori (kiri) dan Sekda H Mustarani Abdin (kanan) saat rapat terbatas dengan OPD fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori...

DAU Lebong Dipangkas Rp 12 Miliar

Selasa, 2 Mar 2021 02:42 WIB

Kabid Anggaran BKD Lebong Riswan Effendi  fokusbengkulu,lebong – Langkah pemerintah pusat kembali melakukan refocusing dan realokasi anggaran di...

Pidato Perdana di Hadapan Dewan, Bupati Ajak Bergandengan Tangan Bangun Lebong

Senin, 1 Mar 2021 08:25 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori didampingi Wakil Bupati Drs Fahrurrozi MPd menyampaikan pidato perdananya di hadapan para anggota...

Syamsul – Hendra Bertekad Jadikan Rejang Lebong Makin Bercahaya

Minggu, 28 Feb 2021 12:18 WIB

Drs Syamsul Effendi MM - Hendra Wahyudiansyah SH, Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong 2021-2024 fokusbengkulu,rejanglebong – Drs Syamsul Efendi...

%d blogger menyukai ini: