Amaq Sinta, korban begal asal Desa Ganti Kecamatan Praya Timur. Foto : Antara/Akhyar

fokusbengkulu,nusatenggarabarat – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus yang menimpa Murtede alias Amaq Sinta (34), warga Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Pria yang sempat ditetapkan sebagai tersangka karena membunuh dua orang pelaku begal yang hendak merampas sepeda motor miliknya di ruas jalan Desa Ganti pada Minggu (10/4/2022) lalu itu kini bisa menghirup udara bebas.

Menanggapi hal tersebut, Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKNH) Fakultas Hukum Universitas Mataram yang juga pengacara Amaq Sinta, Joko Jumadi menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah memberikan asas keadilan kepada Amaq Sinta dalam perkara tersebut.

“Kami dari BKBH Fakultas Hukum Universitas Mataram, selaku tim kuasa hukum Amaq Sinta mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kapolri dan Kapolda NTB, yang telah melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian perkara pidana,” kata Joko dalam tayangan videonya, Minggu (17/4/2022).

Joko berpandangan bahwa, penanganan proses hukum yang dialami oleh Amaq Sinta sejak awal bergulir telah berjalan sebagaimana asas keadilan dan kemanfaatan hukum.

Pasalnya, kata Joko, hal itu tercermin dengan adanya penarikan perkara itu dari Polres Lombok Tengah ke Polda NTB. Kemudian setelah diambilalih, Polda NTB juga langsung melakukan gelar perkara khusus bersama dengan para ahli hukum dan memutuskan kasus yang dialami Amaq Sinta dihentikan atau SP3.

“Pembelajaran dari kasus ini adalah peran serta masyarakat sangat dibutuhkan di dalam penanggulangan kejahatan,” ujar Joko.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Djoko Purwanto menjelaskan, berdasarkan hasil gelar perkara khusus, disimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan pembelaan terpaksa sebagaimana termaktub dalam Pasal 49 Ayat (1) KUHP.

“Sehingga tidak ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum baik secara formil dan materiil,” kata Djoko kepada wartawan, Sabtu (16/4/2022).

Menurut Djoko, keputusan dari gelar perkara tersebut berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, Pasal 30 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penghentian penyidikan dapat dilakukan demi kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan.

Terkait penanganan perkara Amaq Sinta, Polda NTB dalam proses gelar perkara khusus mengedepankan asas proporsional, legalitas, akuntabilitas dan nesesitas. Dengan tujuan, terwujudnya rasa keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.

Seperti diketahui, kasus Amaq Sinta ini viral di medsos pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan dua orang pelaku begal di Lombok Tengah pada Minggu (10/4/2022) dini hari. Saat kejadian, Amaq Sinta yang menjadi sasaran begal empat orang pelaku di Jalan Raya Desa Ganti, membela diri. Ia berhasil melumpuhkan dua orang pelaku. Sementara dua lainnya berhasil melarikan diri.(red)

Sumber : tribratanewsbengkulu.com

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

Terancam 15 Tahun Penjara, Oknum Khatib Cabul Ngaku Menyesal

Rabu, 10 Agu 2022 08:07 WIB

fokusbengkulu,lebong – Pria berinisial MR alias R (43), si oknum khatib masjid Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong...

Cerai dengan Istri, Pria Biadab Ini Garap Anak Kandung

Rabu, 10 Agu 2022 01:12 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Sebutan biadab sepertinya pantas disematkan kepada MR (43), warga Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten...

DPRD dan Pemkab Bengkulu Utara Sepakati KUA-PPAS 2023

Selasa, 9 Agu 2022 11:02 WIB

fokusbengkulu,bengkuluutara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemkab Bengkulu Utara menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon...

Bejat, Sopir Angdes di Lebong Tega Cabuli Gadis Disabilitas

Selasa, 9 Agu 2022 07:06 WIB

fokusbengkulu,lebong – Seorang pria yang berprofesi sebagai sopir Angkutan Desa (Angdes) berinisial AH (27) warga Desa Talang Leak II Kecamatan...

Mulyadi Kahar Ingatkan Petugas SPBU Jangan ‘Main Mata’ dengan Pembeli

Kamis, 4 Agu 2022 11:36 WIB

Mulyadi S Kahar fokusbengkulu,lebong – Pimpinan perusahaan yang menaungi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Amen Kecamatan...

Curhat Pedagang Soal Antrean Panjang di SPBU : Kami Merugi

Kamis, 4 Agu 2022 06:42 WIB

Antrean kendaraan di SPBU Amen, Kamis (4/8/2022) fokusbengkulu,lebong – Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM di Stasiun Pengisian...

Hari Keempat Lelang JPTP Dibuka, Masih Nihil Pelamar

Rabu, 3 Agu 2022 10:38 WIB

Kabid PKA BKPSDM Kabupaten Lebong Wince Damayanti fokusbengkulu,lebong – Tahapan seleksi terbuka atau lelang (Open Bidding) 21 Jabatan Pimpinan...

Tak Hanya Handphone, Pencuri yang Satroni Sekretariat KKN Juga Gondol Pakaian Dalam

Selasa, 2 Agu 2022 08:35 WIB

fokusbengkulu,lebong – Setelah kurang lebih dua pekan berlalu, kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di Sekretariat Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

Brakk ! Jupiter Hantam Blade, Pemuda Nangai Tayau Terpental lalu Tewas

Senin, 1 Agu 2022 12:59 WIB

Dua pemuda yang terlibat laka saat berada di RSUD Lebong, Minggu (31/7/2022) fokusbengkulu,lebong – Kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) hingga...

Dianiaya hingga Memar, Perempuan di Lebong Lapor Polisi

Minggu, 31 Jul 2022 09:01 WIB

fokusbengkulu,lebong – Dua orang perempuan yang kabarnya masih berstatus sebagai pelajar berinisial CW (22) dan FA (19), warga Desa Semelako I...

%d blogger menyukai ini: