Ketua KPK Akui Kasus Fee Proyek Mendominasi

Senin, 14 Sep 2020 09:34 WIB
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

fokusbengkulu,jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD pernah menyebutkan bahwa praktik korupsi pada sektor swasta ternyata begitu mengerikan.

Bahkan tak kalah jahat dari praktik korupsi APBN. Sehingga menurut Mahfud, sangat penting juga untuk dilakukan pencegahan.

Senada dengan Mahfud, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI H Firli Bahuri juga menegaskan, faktanya memang ada korelasi kuat antara korupsi di sektor swasta dengan para kepala daerah seperti Gubernur, Bupati dan Walikota.

Sehingga praktik korupsi di swasta harus diberantas dengan pencegahan dan penindakan yang tegas.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Mahfud MD, Menkopolhukam, benar. Memang sektor swasta juga saat ini tidak terlepas dari praktik-praktik korupsi dalam menjalankan bisnisnya. Contohnya dalam Pilkada. Pihak swasta yang berperan sebagai sponsor paslon, pada akhirnya akan melakukan praktik kolusi dan korupsi, baik pada saat Pilkada berlangsung dan setelahnya jika paslon yang disponsorinya menang dan memegang jabatan sebagai Kepala Daerah,” kata Firli menjawab pertanyaan media, Minggu (13/9/2020).

Menurut Firli, korupsi melibatkan pihak swasta karena para pelaku korupsi dan penyelenggara negara itu bekerja sama dengan pihak swasta.

Terutama dalam hal Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan pembuat kebijakan.

“Para kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota) itu sumber dana Pilkada dari kalangan swasta,” tegas Firli.

Mantan Kabaharkam Polri itu meneruskan, korupsi melibatkan swasta terbukti dari kasus fee proyek mendominasi dari pengungkapan korupsi.

“Pengalaman empiris saat saya Deputi Penindakan KPK, angka tertinggi pelaku korupsi yang tertangkap tangan pada tahun 2018, sebanyak 30 kasus korupsi dengan 122 tersangka dan itu terdapat 22 kepala daerah. Semuanya karena suap menyuap, fee proyek dengan pihak swasta,” ungkapnya.

Perlu Perbaikan Sistem Pilkada

Firli menyebut, fakta bahwa para kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota) itu sumber dana Pilkada dari kalangan swasta, maka menurut dia perlu adanya perbaikan sistem politik dan Pilkada. 

“Jadi sistem politik dan pilkada yang perlu diperbaiki. Selain itu, pemberantasan korupsi perlu pendekatan pendidikan masyarakat dan pencegahan,” katanya.

Terkait pemberantasan korupsi tersebut, lanjut Firli, KPK lakukan melalui tiga pendekatan.

Tiga pendekatan tersebut menjadi core bussiness KPK. Pendekatan pendidikan masyarakat menyasar kepada tiga sasaran antara lain.

Pertama jejaring pendidikan formal dan informal mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.

Kedua, penyelenggara negara dan partai politik. Ketiga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN/BUMD) dan swasta. 

“Sektor nomor dua dan tiga ini merupakan sektor yang menjadi sasaran karena mereka inilah yang sering terlibat perkara korupsi. Pihak swasta (usahawan) adalah terbanyak kedua setelah penyelenggara negara,” kata Firli.

Selanjutnya, sambung dia, pencegahan sasaran menghilangkan peluang dan kesempatan, dengan merasuk kepada perbaikan, penyempurnaan dan penguatan sistem.

Prinsip tujuan pencegahan adalah menghilangkan kesempatan atau peluang korupsi dengan cara pembangunan atau perbaikan sistem.  

Untuk itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan guna menelaah dan meneliti atas sistem yang ada. 

Dikatakan, sesuai teori yang ia ketahui, korupsi itu juga muncul disebabkan oleh sistem (by system corruption, corruption because of fail, bad and weak system).

Keberadaan direktorat monitoring yang melakukan monitoring pelaksanaan program pemerintahan negara menjadi penting untuk mengkaji dan meneliti, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Khususnya, dalam upaya perbaikan sistem (politik, ekonomi, perijinan, pelayanan publik).

“Adapun pendekatan terakhir adalah pendekatan penindakan dengan penegakan hukum yang tegas, berkeadilan dan tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (law enforcement approach),” urai Firli.

Untuk itu, pentingnya pemberantasan korupsi pada sektor swasta karena berkorelasi erat dengan korupsi oleh penyelenggara Negara. 

“Jadi bisa dikatakan pada saat bersamaan dalam satu kesempatan terjadi praktik korupsi karena dilakukan oleh oknum penyelenggara negara dan pihak swasta secara bersama,” demikian Firli. (rls/JMSI)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Bawa Empat Paket Sabu, Pemuda Lebong Diciduk

Jumat, 11 Jun 2021 08:20 WIB

fokusbengkulu,lebong - Direktorat Resnarkoba Polda Bengkulu menciduk seorang pemuda berinisial BK (22) warga Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong...

Tinjau Kesiapan Sebelat Ulu Jadi Desa Wisata, Bupati Kagumi Keindahan dan Keasrian Alamnya

Jumat, 11 Jun 2021 04:54 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori serius mempersiapkan Desa Sebelat Ulu Kecamatan Pinang Belapis menjadi desa wisata. Terbukti, di...

Workshop BLUD, Upaya Pemkab Rejang Lebong Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Rabu, 9 Jun 2021 11:59 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Pemkab Rejang Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Drs Syamsul Effendi MM dan Wabup Hendra Wahyudiansyah SH terus...

Bupati Kopli Beri Penghargaan Personel Damkar yang Berjibaku Jinakkan Api

Rabu, 9 Jun 2021 04:38 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori memberikan penghargaan kepada 28 personel Damkar (Pemadam Kebakaran) Dinas Satpol PP dan Damkar...

Bank Indonesia Dorong Pemkab Rejang Lebong Berlakukan Sistem Pembayaran Non Tunai

Selasa, 8 Jun 2021 09:06 WIB

Bupati Rejang Lebong Drs Syamsul Effendi MM (kanan) dan kepala Kantor BI Provinsi Bengkulu Joni Marsius (kiri) fokusbengkulu,rejanglebong – Bank...

Si Jago Merah Hanguskan Belasan Ruko di Pasar Muara Aman, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Selasa, 8 Jun 2021 03:12 WIB

Kobaran api yang melalap belasan Ruko di Kelurahan Pasar Muara Aman, Selasa (8/6/2021) dini hari fokusbengkulu,lebong – Kebakaran hebat terjadi di...

Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi di Sekretariat DPRD Lebong

Senin, 7 Jun 2021 10:34 WIB

Kasi Pidsus Kejari Lebong Ronald Thomas Mendrofa SH  fokusbengkulu,lebong – Penyidikan (Dik) kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lebong...

Tak Hanya Kejar Anggaran Pusat, Kopli Ansori Juga Minta Dukungan Pemprov Bengkulu

Jumat, 4 Jun 2021 04:13 WIB

fokusbengkulu,lebong – Pemkab Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Kopli Ansori dan Wabup Drs Fahrurrozi MPd terus mengambil langkah nyata agar...

Pimpin Rakor Bidang Pertanian, Bupati Kopli Geram Ada Pjs Kades dan Lurah Tak Hadir

Rabu, 2 Jun 2021 10:31 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) teknis bidang...

Gelar Adat Syamsul – Hendra : Depati Tiang Alam dan Depati Jaya Sampurna

Selasa, 1 Jun 2021 12:18 WIB

Foto (Media Center Rejang Lebong) : Bupati dan Wabup didampingi istri sebelum acara penganugerahan gelar adat fokusbengkulu,rejanglebong – Bupati...

%d blogger menyukai ini: