• 463
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    463
    Shares

Kabid PMD Eko Budi Santoso (kiri) – Kabid Pendapatan BKD Rudi Harono (kanan)

fokusbengkulu,lebong – Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau Galian C pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan ADD (Alokasi Dana Desa) di Kabupaten Lebong, menguap.

Pajak Galian C tersebut belum ditarik oleh Pemkab Lebong melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pemungut.

Pun, diduga kuat tidak juga dibayarkan oleh pihak pemerintah desa atau pemilik usaha Galian C, sejak DD-ADD mulai disalurkan sekitar lima tahun lalu, atau tahun 2015.

Padahal, tidak seluruh desa memiliki potensi material yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fisik di desa.

Kalau pun ada, tidak menutup kemungkinan ada jenis material lain yang mesti dibeli di tambang Galian C.

Jika di suatu desa ada material batu, belum tentu memiliki pasir. Bahkan, ada juga desa yang tidak memiliki potensi material bangunan sama sekali.

Artinya, pihak desa mesti membeli di tambang Galian C berizin. Jika membeli material di Galian C berizin, maka ada kewajiban pajak yang harus dibayarkan.

Sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Selain itu, secara lebih spesifik, pajak Galian C atau MBLB di Kabupaten Lebong juga telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pajak Daerah.

Terkait hal ini, Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong Erik Rosadi SSTP M.Si melalui Kabid Pendapatan Rudi Hartono SE M.Ak saat dikonfirmasi belum lama ini, tidak membantah hal tersebut.

“Memang, untuk di desa, itu belum tertib. Padahal, potensi pajak galian C-nya untuk mendongkrak PAD kita cukup besar,” cetus Rudi.

Dia mencontohkan, dari DD saja. Jika total DD yang disalurkan ke Lebong mencapai lebih dari Rp 60 miliar.

Katakanlah, yang dibayarkan untuk pajak Galian C dari nilai itu hanya 1 persen saja. Berarti, sudah ada Rp 600 juta.

“Tapi, memang kita masih abu-abu soal regulasi penarikan pajak Galian C dari DD/ADD ini,” imbuh Rudi.

Diakuinya, dalam pertemuan dengan para kades yang diwakili oleh PAPDESI (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Lebong di Aula Bappeda, belum lama ini.

Di mana, para Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Lebong juga hadir. Salah seorang TA, menyampaikan di dalam rapat itu bahwa untuk pembelian material, itu dihitung sebagai HOK (Hari Orang Kerja,red).

Artinya, yang dibayarkan adalah honor dari orang tersebut berdasarkan SBU (Standar Biaya Umum) yang telah ditetapkan melalui Perbup (Peraturan Bupati).

Lantas, bagaimana dengan material yang dibeli di Galian C. Apakah tetap dihitung HOK ?. Kemudian, HOK tersebut mengacu pada jumlah hari atau kubikasi material ?.

Jika dihitung HOK, berarti pihak desa mesti mengeluarkan uang untuk membayar material ditambah dengan membayar HOK ?.

“Inilah yang nantinya akan kita upayakan agar pajak Galian C dari DD/ADD ini juga bisa kita maksimalkan,” tandas Rudi.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDSos) Kabupaten Lebong Reko Haryanto SSos M.Si melalui Kabid PMD Eko Budi Santoso M.Eng saat dikonfirmasi fokusbengkulu.com, Kamis (17/9/2020), mengakui hal itu. 

Kata dia, jika pihak desa menggunakan material yang dibeli dari tambang Galian C. Dan ada ketentuan pembayaran pajak di situ, maka pihak desa mesti membayar pajak Galian C.

“Sampai saat ini, secara teknis, saya kurang mengetahui regulasi terkait Galian C. Tapi, kalau memang mereka (Pihak desa,red) menggunakan material dari Galian C. Jika ada kewajiban pajak, seharusnya pihak desa membayar,” ungkap Eko.

Dia mengakui, jika pihak desa membeli material lokal atau di desa itu sendiri, pihak desa menghitungnya sebagai HOK.

“Untuk material lokal memang dihitung HOK dan tidak dikenakan pajak,” demikian Eko. (wez)

 

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Maling Kuras Toko Emas New Jewellery di Pasar Muara Aman

Selasa, 15 Jun 2021 04:38 WIB

Etalase di Toko Emas New Jewellery yang kosong dikuras maling fokusbengkulu,lebong - Toko emas New Jewellery milik Bembi Lia Lestari (28) yang...

Kopli Ansori Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2020

Selasa, 15 Jun 2021 12:32 WIB

Bupati Lebong Kopli Ansori fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori didampingi Wabup Drs Fahrurrozi MPd menyampaikan Nota Pengantar...

Bawa Empat Paket Sabu, Pemuda Lebong Diciduk

Jumat, 11 Jun 2021 08:20 WIB

fokusbengkulu,lebong - Direktorat Resnarkoba Polda Bengkulu menciduk seorang pemuda berinisial BK (22) warga Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong...

Tinjau Kesiapan Sebelat Ulu Jadi Desa Wisata, Bupati Kagumi Keindahan dan Keasrian Alamnya

Jumat, 11 Jun 2021 04:54 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori serius mempersiapkan Desa Sebelat Ulu Kecamatan Pinang Belapis menjadi desa wisata. Terbukti, di...

Workshop BLUD, Upaya Pemkab Rejang Lebong Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Rabu, 9 Jun 2021 11:59 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Pemkab Rejang Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Drs Syamsul Effendi MM dan Wabup Hendra Wahyudiansyah SH terus...

Bupati Kopli Beri Penghargaan Personel Damkar yang Berjibaku Jinakkan Api

Rabu, 9 Jun 2021 04:38 WIB

fokusbengkulu,lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori memberikan penghargaan kepada 28 personel Damkar (Pemadam Kebakaran) Dinas Satpol PP dan Damkar...

Bank Indonesia Dorong Pemkab Rejang Lebong Berlakukan Sistem Pembayaran Non Tunai

Selasa, 8 Jun 2021 09:06 WIB

Bupati Rejang Lebong Drs Syamsul Effendi MM (kanan) dan kepala Kantor BI Provinsi Bengkulu Joni Marsius (kiri) fokusbengkulu,rejanglebong – Bank...

Si Jago Merah Hanguskan Belasan Ruko di Pasar Muara Aman, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Selasa, 8 Jun 2021 03:12 WIB

Kobaran api yang melalap belasan Ruko di Kelurahan Pasar Muara Aman, Selasa (8/6/2021) dini hari fokusbengkulu,lebong – Kebakaran hebat terjadi di...

Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi di Sekretariat DPRD Lebong

Senin, 7 Jun 2021 10:34 WIB

Kasi Pidsus Kejari Lebong Ronald Thomas Mendrofa SH  fokusbengkulu,lebong – Penyidikan (Dik) kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lebong...

Tak Hanya Kejar Anggaran Pusat, Kopli Ansori Juga Minta Dukungan Pemprov Bengkulu

Jumat, 4 Jun 2021 04:13 WIB

fokusbengkulu,lebong – Pemkab Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Kopli Ansori dan Wabup Drs Fahrurrozi MPd terus mengambil langkah nyata agar...

%d blogger menyukai ini: