Oleh : Emzon Nurdin

fokusbengkulu,lebong – Siang itu, Rabu (7/10/2020), waktu menunjukkan sekitar pukul 11.25 WIB. Saat wartawan media ini mengendarai sepeda motor, melaju melintasi ruas jalan yang menghubungkan Desa Ketenong II – Sebelat Ulu Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong.

Butuh waktu kurang lebih 1 jam, dari Kelurahan Pasar Muara Aman Kecamatan Lebong Utara untuk bisa sampai ke Desa Sebelat Ulu. Itu sekarang, tepatnya sejak semester kedua Tahun 2020. Sebelum itu, waktu tempuh lebih lama.

Sebab, jalan yang menghubungkan dua desa tersebut (Ketenong II – Sebelat Ulu) belum dihotmix. Sebagian masih sebatas pengerasan. Sebagian lagi, tanah kuning. Saat musim hujan seperti sekarang. Jalan sangat sulit dilewati.

Ban sepeda motor mesti dipasangkan rantai, supaya tidak berputar di tempat. Meskipun memang, modifikasi tersebut tidak sepenuhnya ampuh. Tapi itu dulu, sekarang jalan sudah mulus. Walaupun belum seluruhnya.

Lain cerita dari Desa Sebelat Ulu ke Sungai Lisai. Jarak kedua desa ini kurang lebih 10,4 kilometer. Dari Sebelat Ulu saja, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam. Berarti, dari Pasar Muara Aman, bisa sampai 5 jam. Tak ada hotmix dari Sebelat Ulu ke Sungai Lisai. Karena memang tidak diizinkan. Jalan tanah masih mendominasi. 

Meski medan cukup berat. Tak apa. Buruknya jalan, rasanya tidak sebanding dengan keinginan kuat melihat langsung tiga orang jenderal TNI, terjun ke desa yang masih masuk kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) itu.

Belum lagi, pemandangan indah di kanan kiri jalan, yang masih asri. Hijau sejauh mata memandang. Barisan bukit yang sebagian puncaknya tertutup awan.
Allahu Akbar …indah sekali.

Saat mendekati Desa Sebelat Ulu, hujan sudah mulai turun, gerimis. Langit memutih, pertanda hujan lebat segera mengguyur.

Sepeda motor berhenti di depan Masjid Al Hilal Desa Sebelat Ulu. Waktu itu sudah menunjukkan sekitar pukul 13.35 WIB. Di depan masjid tersebut, didirikan tenda. Tampak sudah hadir beberapa petinggi Kabupaten Lebong.

Seperti, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lebong Herwan Antoni M.Kes, Kapolres AKBP Ichsan Nur S.IK, Dandim 0409 Rejang Lebong (RL) Letkol Inf Sigit Purwoko SE. Ada juga Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Fadil Regan SH MH, Kepala Dinkes Rachman SKM, dan Plt Kepala Bappeda Drs Robert Rio Mantovani.

Tak berselang lama, datang Camat Pinang Belapis Erwantoni SP.d, Kades Sebelat Ulu Ahmad Buchari dan Kades Sungai Lisai Hajron Hadi.

Mereka, semuanya menunggu kedatangan tiga orang jenderal yang akan melakukan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke 109 Tahun 2020 di Desa Sebelat Ulu – Sungai Lisai.

Ketiga jenderal itu adalah Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Bambang Ismawan SE MM selaku Wadan (Wakil Komandan) Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat). 

Berikutnya, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Henra Hari Sutaryo selaku Irdam II/Sriwijaya. Terakhir, Brigjend TNI Yanuar Adil, yang menjabat Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas (Garuda Emas) Bengkulu.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, terdengar sirine mobil pengawalan Polres Lebong. Rombongan yang ditunggu akhirnya tiba.

Pjs Bupati, Dandim, Kapolres dan pejabat lainnya langsung bergegas bersiap menyambut kedatangan Perwira Tinggi (Pati) TNI ini. Para penari adat pun ikut bersiap. Sambutan tarian adat, memang biasa digelar di Kabupaten Lebong ketika menyambut tamu istimewa.

Warga Desa Sebelat Ulu juga berjejer untuk menyaksikan. Wajar saja, mereka tidak pernah kedatangan tamu jenderal sebelumnya. Apa lagi, kali ini bukan satu, tapi tiga orang jenderal.

Saat pintu mobil jenis Mitsubishi Pajero warna silver dengan Nopol khusus TNI terbuka. Mayjend TNI Bambang Ismawan turun dari mobil dan langsung melemparkan senyum. Disusul dua jenderal lainnya dan rombongan yang menaiki mobil berbeda.

Cuaca yang tidak mendukung, membuat prosesi penyambutan dipersingkat. Tak ada pembacaan untaian kalimat khas Rejang sebagai wujud kearifan lokal masyarakat di Bumi Swarang Patang Stumang (Sebutan Kabupaten Lebong) ini. Setelah dikalungi bunga, ketiga jenderal tersebut langsung menuju ke masjid.

Rupanya, para jenderal belum salat Dzuhur. Selepas salat, rombongan menuju tenda di lapangan Sport Center Desa Sebelat Ulu. Letaknya tak jauh dari masjid. Masuk gang, dan hanya beberapa puluh meter dari bibir Sungai Sebelat.

Di dua tenda, di halaman Sport Center, acara seremonial Wasev dimulai. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 14.30 WIB. Saat acara berlangsung, hujan turun makin lebat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Inf Sigit Purwoko SE, selaku Komandan Satgas TMMD menyampaikan laporan terkait TMMD dan progresnya.

Dalam pemaparannya, Letkol Sigit menerangkan bahwa, sasaran fisik TMMD ke 109 Sebelat Ulu – Sungai Lisai yakni pembuatan jembatan 6 meter x 2 meter. Progresnya, per hari Rabu (7/10/2020), sudah mencapai 49 %.

Kemudian, pembuatan plat deucker di tiga titik. Sudah selesai seratus persen di satu titik. Lalu, pengecoran jalan rabat beton dengan volume 600 meter x 2 meter yang
progresnya sudah mencapai 46 persen.

“Kemudian, ada sasaran fisik tambahan yakni pembuatan Pos Kamling di Desa Sebelat Ulu dan Sungai Lisai. Keduanya sudah selesai seratus persen,” kata dia.

Selanjutnya, kata Pamen (Perwira Menengah) TNI ini, sasaran fisik tambahan lainnya yakni perehaban 2 masjid. Masjid Al Hilal di Desa Sebelat Ulu dan Masjid Al Muhajirin di Desa Sungai Lisai.

“Rehab masjid, keduanya juga sudah selesai seratus persen,” kata Letkol Sigit yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Selain itu, dia juga menerangkan bahwa program unggulan TMMD ini memiliki sasaran non fisik. Berupa, bela Negara, edukasi hukum, Narkoba, wawasan kebangsaan, pertanian, KB Kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan sosialisasi tentang Bahaya Karhutla. Sasaran tambahan ini melibatkan lintas sektor. Polres Lebong, Pemkab Lebong dan Kejari Lebong.

“Sasaran non fisik, ada tiga poin yang sudah terlaksana yakni bela Negara, hukum dan narkoba,” tambah dia lagi.

Selain itu, Letkol Sigit juga memaparkan terkait kendala-kendala yang dihadapi oleh personel Satgas TMMD. Seperti, tidak adanya sinyal internet di Desa Sebelat Ulu dan Sungai Lisai (Blank Spot), dan curah hujan yang tinggi saat ini.

Selanjutnya, tiba giliran Pjs Bupati Bupati Lebong Herwan Antoni M.Kes menyampaikan sambutan.
Intinya, ASN Pemprov Bengkulu yang menjabat selama Bupati definitif Lebong Dr H Rosjonsyah SIP MSi cuti tersebut, Pemkab Lebong mendukung penuh TMMD. Dan yang tak kalah penting, Pemkab dan segenap masyarakat Lebong, berterimakasih atas terselenggaranya TMMD.

“PKS antara Pemkab Lebong dengan Kementerian Kehutanan, itu sejak tahun 2018. Tahun 2020 ini, di tengah Covid-19, Pemkab Lebong komit untuk menganggarkan Rp 1,2 miliar. Kemudian, tahun 2021, dalam RAPBD, ini baru rancangan. Kita usulkan kembali, Rp 2,5. Ini bentuk komitmen Pemkab Lebong atas PKS yang sudah ditandatangani selama 10 tahun,” terang Herwan.

Usai sambutan yang disampaikan oleh Pjs Bupati. Mayjend TNI Bambang Ismawan SE MM memberikan arahan. Setelah itu, jenderal dengan dua bintang tersebut bersama rombongan berangkat menuju ke lokasi TMMD. Titik nolnya kurang lebih 700 meter dari lokasi acara seremonial tadi.

Agar cepat tiba di lokasi, Satgas TMMD sudah menyiapkan sepeda motor jenis Kawasaki KLX untuk para jenderal dan rombongan. Karena keterbatasan unit, unsur FKPD ada yang berjalan kaki. Termasuk Pjs Bupati.

Deru molen (Pengaduk semen dan pasir) dan sesekali teriakan dari para prajurit terdengar jelas oleh para jenderal begitu tiba di lokasi. Rupanya, meski ada acara seremonial penyambutan rombongan Wasev.

Tidak seluruh prajurit dikonsentrasikan di tempat acara seremonial tadi. Banyak yang tetap melanjutkan pekerjaan fisik TMMD. Di sinilah terlihat jelas kegigihan para prajurit muda TNI sebagai wujud pengabdian dan bakti kepada ibu pertiwi. 

Kental mencerminkan persaudaraan dan kekeluargaan. Begitulah TNI. Selalu bekerja sepenuh hati untuk negeri.

“Berapa jauh ke sana ? ,” tanya Mayjend Bambang kepada Letkol Sigit, sembari menunjuk jalur pengecoran.

“Sekitar 600 meter Jenderal,” jawabnya tegas.

“Ayo kita lihat …,” ujar Mayjend Bambang yakin.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan. Di beberapa puluh meter pertama, saat para jenderal dan rombongan melintas. Pengecoran tetap dilanjutkan. Adukan material diangkut menggunakan angkong.

Melihat kegigihan para prajurit TNI ini. Belum lagi melihat ketulusan dan semangat warga membantu. Ingin rasanya berlama-lama di lokasi TMMD.

Rombongan jenderal memantau hingga ke titik ujung badan jalan yang akan dicor.
Lalu, kembali dan berkumpul di Balai Desa Sebelat Ulu yang telah dijadikan sebagai Posko TMMD.

“Semoga jalan ke Sungai Lisai ini cepat selesai. Manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian mereka,” kata Mayjend Bambang saat diwawancarai awak media di Posko TMMD.

Setelah sebelumnya sempat memberikan bantuan alat tulis kepada murid SD di Desa Sebelat Ulu. Sekitar pukul 17.05 WIB, Mayjend Bambang dan rombongan meninggalkan Desa
Sebelat Ulu.

Ahh..hari ini, melelahkan namun menyenangkan. Sama seperti disampaikan Mayjend Bambang tadi saat diwawancarai wartawan.

Ada kepuasan tersendiri bisa melihat TMMD di Sebelat Ulu – Sungai Lisai. Itu pula yang dirasakan wartawan media ini. Hujan sudah mulai reda.

“Ayo kita pulang, sudah sore,” kata teman, yang juga wartawan salah satu media online di Lebong.

Usai memasang mantel. Kami pun beranjak meninggalkan desa yang indah dan asri ini. Jangan khawatir Sebelat Ulu, kami akan segera datang lagi. (***)

 

 

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Membanggakan, Pemkab Lebong Sabet Peringkat 8 Nasional Standar Pelayanan Publik

Kamis, 13 Jan 2022 10:13 WIB

fokusbengkulu,lebong – Pemkab Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Kopli Ansori dan Wabup Drs Fahrurrozi MPd kembali menorehkan prestasi yang...

Sukses di Uram Jaya, MT-II Meluas ke Lebong Tengah, Bupati Panen Raya Padi Lagi

Rabu, 12 Jan 2022 11:12 WIB

fokusbengkulu,lebong – Kegigihan Bupati Lebong Kopli Ansori dalam merealisasikan program unggulan di sektor pertanian yakni tanam minimal dua kali...

Ciduk Warga Lais, Polisi Sita Tiga Paket Sabu

Rabu, 12 Jan 2022 09:29 WIB

fokusbengkulu,bengkuluutara -  Sat Resnarkoba Polres Bengkulu Utara kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkoba di awal tahun 2022....

Mutasi Pejabat Polres Lebong : Kabag Logistik dan Kasat Reskrim Diganti

Rabu, 12 Jan 2022 08:34 WIB

fokusbengkulu,lebong – Mutasi di tubuh Polres Lebong kembali bergulir. Kali ini, ada sebanyak empat pejabat yang diganti. Yakni, Kabag Logistik...

Bupati Kopli Ansori Memang Beda, Ngantor di Kecamatan Demi Serap Aspirasi Warga

Selasa, 11 Jan 2022 08:39 WIB

Bupati Kopli Ansori (tengah) saat berbincang dengan salah seorang warga serta beberapa pejabat OPD di hari pertama ngantor di Kantor Camat Lebong...

Baru Keluar Penjara, Residivis Bertato Asal PUT Ditangkap Lagi karena Bawa Kabur Motor

Sabtu, 8 Jan 2022 11:08 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Pengap di balik jeruji besi sepertinya tidak membuat seorang pria residivis berinisial SH (38) warga Desa Kasie...

Kado Manis Awal Tahun, JMSI Ditetapkan sebagai Konstituen Dewan Pers

Sabtu, 8 Jan 2022 09:22 WIB

fokusbengkulu,jakarta - Organisasi perusahaan media massa berbasis internet, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), telah resmi ditetapkan sebagai...

Tempo 9 Jam, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan di Bengkulu Selatan

Jumat, 7 Jan 2022 01:03 WIB

fokusbengkulu,bengkuluselatan – Gerak cepat tim buser Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan mengungkap kasus pembunuhan terhadap korban atas nama...

Edan, IRT Muda di Rejang Lebong Simpan 1,2 Kg Sabu Senilai Miliaran Rupiah

Rabu, 5 Jan 2022 11:10 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Apa yang dilakukan oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) muda berinisial FF (29), warga Kecamatan Binduriang Kabupaten...

Viral Tiga Pria Ngaku Staf Intelijen Kejati Bengkulu, Diciduk Usai Minta Uang ke Pejabat

Selasa, 4 Jan 2022 11:13 WIB

Tangkapan layar (Screenshot) video penangkapan tiga pria yang mengaku staf Intelijen Kejati Bengkulu fokusbengkulu,mukomuko – Jagat media sosial...

%d blogger menyukai ini: