• 198
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    198
    Shares

fokusbengkulu,kotabengkulu – KPU Provinsi Bengkulu bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2020 di Hotel Santika, Selasa (20/10/2020).

Sosialisasi yang dikemas dalam JMSI Talk Series tersebut mengusung tema “Suksesi Pilkada di Tengah Pandemi” yang dieksplore lebih jauh dalam Perspektif Media dan PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Dengan menghadirkan tiga narasumber representatif, yakni Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah M.Si, GM RBTV Pihan Pino M.Ikom, dan Dosen Fisipol Unib Dr Gushevinalti, dipandu oleh Indah Septirisani sebagai moderator.

Selain itu, JMSI Talk seri kedua ini turut menghadirkan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono yang diwakili oleh Dir Reskrimum Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Ketua JMSI Bengkulu Riki Susanto dalam sambutannya mengungkapkan, ada pertarungan emosional yang sangat kuat terkait penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi Covid-19 antara pihak yang mendukung dan pihak yang mengkritisi. Sebab, ada yang menilai, pilkada di tengah pandemi abai terhadap kesehatan masyarakat.

Namun di sisi lain, pilkada juga berbicara tentang kesinambungan demokrasi serta untuk meneruskan estafet kepemimpinan.

“Hal itulah yang kemudian melatar belakangi JMSI mengambil tema ini. Dalam konteks ini JMSI pun mempertegas posisinya sebagai organisasi perusahaan pers berbasis daring untuk turut menyukseskan penyelenggaraan pilkada,” sampai Pemred bengkuluinteraktif.com ini.  

Sebagai komunitas pers, sambung dia, JMSI memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif agar pilkada yang demokratis, aman, dan sehat dapat terwujud.

“JMSI Talk Series adalah salah satu upaya JMSI untuk memperdalam pengetahuan publik dan berbagi pesan literasi,” ujar dia.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif meminta para kandidat yang bertarung di Pilkada Serentak Bengkulu 2020 termasuk para pendukung, stakeholder, dan segenap elemen masyarakat lainnya untuk mematuhi Maklumat Kapolri.

Yakni tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020. Seperti menerapkan protokol kesehatan Covid-19, tidak melakukan pengerahan massa yang melebihi ketentuan PKPU, dan penerapan sanksi bagi yang melanggar.

JMSI Talk Series II

Anggota KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah M.Si menjadi narasumber pertama yang memaparkan materinya dalam JMSI Talk Series II.

Dia menegaskan, KPU siap menyelenggarakan pilkada aman dari Covid-19 tanpa mengenyampingkan nilai-nilai demokrasi dalam melaksanakan pilkada.

Revisi Peraturan KPU (PKPU) telah dilakukan, yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. Berbagai peraturan dan ketentuan baru diundangkan, guna memastikan pilkada aman meski di tengah pandemi.

“Hal baru itu di antaranya adalah 500 pemilih dalam satu TPS, pengaturan kedatangan, penggunaan sarung tangan, desinfeksi TPS, pelindung wajah, masker, tinta tetes, tidak bersalaman, KPPS sehat, dilarang berdekatan, cek suhu, dan mencuci tangan,” kata Darlinsyah.

Begitu juga dengan perubahan peraturan sistem kampanye. Peserta fisik kampanye rapat umum, rapat terbatas, dan debat publik pada masa pandemi Covid-19 sesuai amanat PKPU 10 dibatasi.

Jika rapat umum hanya diizinkan dihadiri maksimal 100 orang, rapat terbatas dan debat publik maksimal hanya 50 orang.

“Penyelenggaraan pilkada di masa pandemi secara eksplisit dalam PKPU 10 Tahun 2020 sudah disebutkan ketentuan jumlah massa yang hadir. Ada yang maksimal 50 orang, ada juga 100 orang,” terang Darlinsyah.

Sementara itu, Gushevinalti mengingatkan ancaman besar bagi pengguna media sosial, yaitu misinformasi dan disinformasi. Selanjutnya, ancaman lain yang bisa merongrong nilai-nilai demokrasi adalah ‘echo chamber’ atau ruang gema di dunia maya.

Menurut Gushevinanti, echo chamber bisa terdiri dari perorangan atau kelompok yang aktif di media sosial atau yang saat ini keren dengan istilah netizen.

Mereka berteriak dan menyakini benar sebuah informasi yang disampaikan berulang-ulang. Tanpa mau menguji bahwa informasi yang disampaikan itu benar atau tidak. Apakah sesuai dengan fakta yang ada atau tidak. Biasanya, kelompok ini referensinya sempit. Bahkan, bisa hanya mengarah pada satu media saja. 

“Ruang gema (Echo Chamber), contohnya, seseorang yang menyukai media karna faktor-faktor tertentu. Kemudian, orang itu mempercayai informasi-informasi yang disampaikan oleh media itu secara berulang-ulang. Tanpa peduli, narasumbernya kredibel atau tidak. Tanpa mau tahu, apakah memenuhi kriteria keberimbangan (Cover Both Side) atau tidak. Orang itu tetap mempercayai dan menikmati informasi yang disajikan,” terang Peneliti Medsos yang menjadi narasumber kedua JMSI Talk ini.

Untuk itu, ia berharap, khususnya dalam tahun politik ini, agar masyarakat Bengkulu bermedia sosial dengan bijak, untuk tidak terpancing hal-hal yang berbau hoaks atapun black campaign.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menguji suatu informasi tersebut benar atau tidak.

Pemberian doorprize kepada peserta dan cinderamata kepada narasumber

 

Sementara itu, dari perspektif media massa, Pihan Pino menegaskan, satu-satunya cara untuk menyukseskan pilkada di tengah pandemi ini adalah dengan bergandengan tangan.

Sangat penting bagi semua pemangku kepentingan kepemiluan baik penyelenggara pemilu, masyarakat sipil, pemerintah, partai politik, peserta pilkada termasuk me dia massa sebagai bagian dari instrumen demokrasi untuk bergandengan tangan.

“Bersama-sama melindungi kesehatan publik sekaligus menjaga demokrasi. Keyakinan bahwa pemilu adalah instrumen penting untuk memperkuat demokrasi sekaligus menegakkan kepastian hukum perlu digaungkan dan pers harus mengambil peran penting,” tegasnya.

Media massa sebagai pilar keempat demokrasi, lanjut Ketua Dewan Pakar JMSI itu, harus memperkaya khazanah edukasi melalui konten pemberitaan yang sesuai dengan protokol kesehatan kegiatan pers di tengah pandemi.

Pers harus menghindari narasi provokatif yang kemudian memicu pertengkaran dan saling  “ngotot” menunda atau melanjutkan pilkada sehingga mendegradasi trust publik terhadap penyelenggara pemilu.

“Media massa harus selangkah lebih maju mengantisipasi potensi permasalahan yang akan terjadi dalam pelaksanaan pilkada di tengah pandemi,” tandas Pihan.

Untuk diketahui, Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2020 KPU Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan JMSI yang dikemas dalam JMSI Talk Series II diikuti dan dihadiri berbagai elemen muda.

Antara lain, Tim Laut DKP Kota Bengkulu, Putri Pariwisata, Duta Humas Polda Bengkulu, Duta Kampus, Selebgram, Admin Grup Facebook dan Instagram, Youtuber, Konten Kreator, Aktivis, Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan yang aktif di dunia jurnalistik, dan sejumlah elemen muda lainnya. (rls/JMSI)

 

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Fee Proyek Berujung Penjara

Selasa, 1 Des 2020 10:52 WIB

Tersangka NH saat mengenakan baju tahanan Polda Bengkulu fokusbengkulu,kotabengkulu – Penyidik Subdit Hardabangtah (Harta benda dan bangunan...

Besok Webinar Vaksin Aman, Berikut Tiga Hal Penting yang Akan Diulas

Selasa, 1 Des 2020 06:35 WIB

fokusbengkulu,lebong – Setelah sebelumnya webinar Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional bagi UMKM yang digelar oleh KPCPEN (Komite Penanganan...

Apes, Beli Rokok Pakai Upal di Warung Depan Mapolsek, Pemuda Lebong Selatan Diciduk

Selasa, 1 Des 2020 10:25 WIB

fokusbengkulu,lebong – Seorang pemuda berinisial EA (22), warga Kelurahan Taba Anyar Kecamatan Lebong Selatan ini apes. Dia nekat beli rokok dan...

Oknum ASN Kaur Kepergok Bawa Duit Rp 46 Juta dan Amplop Berstempel Kandidat

Senin, 30 Nov 2020 12:26 WIB

fokusbengkulu,kaur – Pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kaur tercoreng oleh ulah seorang oknum ASN (Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Anaknya yang Masih SMP Gantung Diri, Seorang Ibu di Lebong Histeris

Sabtu, 28 Nov 2020 10:31 WIB

Korban saat diperiksa oleh petugas medis fokusbengkulu,lebong – Tangis seorang ibu berinisial RM, warga Kelurahan Mubai Kecamatan Lebong Selatan...

Bikin Adem, Pelanggar Lalu Lintas di Kota Bengkulu Diminta Melafalkan Ayat Suci

Sabtu, 28 Nov 2020 07:30 WIB

Pelanggar yang diajak berdo'a  fokusbengkulu,kotabengkulu – Cara personel Sat Lantas Polres Bengkulu ini memberikan teguran kepada pelanggar lalu...

Diduga Tilep Dana Desa Rp 277 Juta, Mantan Kades Semelako II Diamankan

Sabtu, 28 Nov 2020 12:12 WIB

Ilustrasi/net fokusbengkulu,lebong – Mantan Kades Semelako II Kecamatan Lebong Tengah berinisial FS menambah daftar orang yang terseret kasus...

Tragis, Pondok Dilalap Si Jago Merah, Petani di Rejang Lebong Ini Tewas Terbakar

Sabtu, 28 Nov 2020 11:26 WIB

fokusbengkulu,rejanglebong – Tragis menimpa seorang petani warga Desa Air Pikat Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong, Dahwan (25). Si jago...

Serius Cegah Covid-19, Pjs Bupati Lebong Teken SE Larang Keramaian

Jumat, 27 Nov 2020 09:33 WIB

H Herwan Antoni (kiri) di salah satu acara yang digelar Pemkab Lebong baru-baru ini fokusbengkulu,lebong – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lebong...

Pemkab Lebong Sarat Prestasi, Raih WTP dan Diganjar Penghargaan Kemenkeu

Jumat, 27 Nov 2020 09:41 WIB

fokusbengkulu,lebong – Masyarakat Bumi Swarang Patang Stumang patut berbangga. Meski usia Kabupaten Lebong baru menginjak 16 tahun. Namun, seabrek...