Home / Daerah / Lebong / Duh..Rawat Inap di RSUD Lebong, Pasien BPJS Kelas III Dipungut Rp 822 Ribu

Duh..Rawat Inap di RSUD Lebong, Pasien BPJS Kelas III Dipungut Rp 822 Ribu

Kamis, 11 Mar 2021 06:54 WIB
Editor : Emzon Nurdin

Misdalena saat dirawat di hari pertama, Sabtu (6/3/2021)

fokusbengkulu,lebong – Misdalena (44), warga Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan yang tercatat sebagai peserta BPJS Kelas III PBI (Penerima Bantuan Iuran), kecewa. Apa sebab ? Dia dipungut Rp 822 ribu untuk biaya rawat inap sejak Sabtu (6/3/2021) hingga Selasa (9/3/2021) di RSUD Lebong di Desa Muning Agung Kecamatan Lebong Sakti.

Anehnya, biaya yang cukup besar bagi ibu dua anak yang berprofesi sebagai petani itu diambil oleh seorang oknum pegawai di ruang kelas III tempat ia dirawat. Tidak melalui loket resmi atau kasir. Selain itu, tidak ada bukti pembayaran atau kuitansi yang diserahkan.

Adik kandung Misdalena atas nama Ana Maryani (26) mengatakan, mereka dibebankan biaya karena Misdalena yang didiagnosa mengidap kandung kemih, dicatat sebagai pasien umum. Pihak RSUD berdalih bahwa kartu BPJS (JKN-KIS) sudah tak aktif lagi.

Ana merasa dirinya dan keluarga dipermainkan. Bahkan, seakan ditipu. Sebab, petugas di RSUD tidak memberitahukan sejak awal kalau kartu BPJS Misdalena tidak aktif.

“Padahal, waktu ayuk saya masuk RSUD, kartu BPJS itu saya serahkan dan nomor kartu dicatat oleh pegawai RSUD. Pas kami mau pulang, baru dikasih tau kartu tidak aktif dan statusnya pasien umum,” ungkap Ana, Rabu (10/3/2021).

Dia membeberkan, saat mengurus administrasi sebelum mengajak Misdalena pulang pada Selasa (9/3/2021), dirinya kaget disodorkan nota tagihan sebesar Rp 1.645.000.

Merasa tak punya uang sebanyak itu, Ana bersama keponakannya lantas berinisiatif untuk menemui Direktur RSUD dr Ari Afriawan.

Dia menyampaikan kepada direktur bahwa keluarganya tidak paham soal kartu JKN-KIS itu aktif atau tidak. Yang mereka tahu bahwa jika kartu itu sudah ada. Maka bisa digunakan. Kemudian, tagihan tersebut sangat memberatkan karena Misdalena bukanlah orang mampu.

Lalu, sambung Ana, direktur memberikan kebijakan dengan memotong 50 persen dari total tagihan menjadi Rp 822 ribu.

“Satu lagi yang membuat kami sedih. Saat mau pulang, kami disuruh ambil obat. Karena tak ada uang, akhirnya kami tidak ambil obat,” ungkap Ana dengan nada lirih.

Lantas siapa yang mengambil uang Rp 822 ribu ? Ana mengaku tak tahu namanya. Dia beberapa kali mendengar bahwa petugas yang menerima duit itu disapa Uni.

“Namanya saya tidak tahu, tapi orang sering panggil Uni. Dia sempat mau mengambil oret-oretan yang ada tanda tangan direktur. Saya tahan. Saya bilang nanti ini mau kami perlihatkan ke apotek tempat mengambil obat,” ujar Ana.

Sementara itu, Direktur RSUD Lebong dr Ari Afriawan saat dikonfirmasi menegaskan, dia sudah mengambil kebijakan dengan mengurangi biaya rawat inap dan biaya pelayanan lainnya.

Terkait aktif atau tidaknya kartu, lanjut Ari, itu bukan ranahnya RSUD. Melainkan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPJS Kesehatan.

Ketika ditanya apakah ada aplikasi di RSUD yang bisa digunakan untuk mengetahui kartu BPJS aktif atau tidak, Ari mengaku ada.

“Saya akan pastikan lagi. Apakah si pasien masuk siang, atau masuk malam. Kalau masuk malam. Mungkin petugasnya itu tidak sempat cek (Aktif atau tidak),” kata Ari yang saat dikonfirmasi mengaku sedang berada di Bengkulu, Rabu (10/3/2021).

Berkenaan dengan uang yang diambil oleh petugas di ruang rawat inap, Ari berujar, ia sudah menyampaikan kepada jajarannya terkait SOP (Standar Operasional Prosedur), bahwa tidak boleh menerima pembayaran selain di loket atau kasir.

“Tapi, kalau petugas itu niatnya membantu supaya keluarga pasien itu tidak mencari ke sana ke mari kasir..mungkin dititipkan saja. Itu apa namanya, bisa kami terima alasannya nanti. Cuma kan, bukti pembayaran harus diberikan,” ucap Ari.

Ia juga menuturkan, pihaknya akan memanggil kembali keluarga pasien untuk menjelaskan terkait permasalahan itu.

Kata Ari, jika memang Misdalena keberatan dengan biaya yang dibebankan, pihaknya siap mengembalikan penuh.

“Aku sampaikan kepada keluarga pasien yang cewek itu. Kalau seandainya kalian merasa ditipu. Mau gratis pun bisa. Makanya, aku mau ketemu lagi hari Jum’at (besok). Kalau dia mau,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Kepala BPJS Kabupaten Lebong Handoko Cokro Putranto membenarkan, kartu JKN-KIS atas nama Misdalena sudah dinonaktifkan sejak bulan Mei 2020.

Itu karena adanya pengurangan kuota penerima bantuan PBI. Hanya saja, Handoko menekankan bahwa pihak RSUD seharusnya menyampaikan sejak awal kepada keluarga pasien jika kartu sudah tak bisa digunakan.

“Kan ada aplikasi di RSUD. Di situ bisa langsung dicek, kartu aktif atau tidak,” kata Handoko. Dia menyarankan agar Misdalena mendaftar sebagai peserta BPJS Mandiri saja.

“Kalau petugas di RSUD tidak memberitahukan sejak awal. Seharusnya tidak seperti itu,” katanya. (wez)

Baja Juga

News Feed

Bupati Kopli Ansori Berhasil Pangkas Angka Kemiskinan

Selasa, 21 Mei 2024 03:29 WIB

fokusbengkulu,lebong – Sejak resmi dipercaya memegang tampuk pimpinan sebagai Bupati Lebong pada 26 Februari 2021 lalu, Kopli Ansori bergerak cepat...

Ikut Penjaringan 5 Parpol, Bukti Keseriusan Mustarani Dampingi Helmi Hasan di Pilgub Bengkulu

Senin, 20 Mei 2024 05:55 WIB

fokusbengkulu,bengkulu – Keseriusan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong H Mustarani Abidin SH MSi untuk maju mendampingi Ketua DPW Partai...

Jalan Putus Total, 3 Excavator Dikerahkan Buka Lajur Sementara

Minggu, 19 Mei 2024 08:10 WIB

fokusbengkulu,lebong – Longsor susulan yang terjadi pada Minggu (19/5/2024), mengakibatkan akses jalan provinsi di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo...

Sebelum Berangkat, 97 Jemaah Haji Dapat Uang Saku dari Bupati Kopli Ansori

Minggu, 19 Mei 2024 06:41 WIB

fokusbengkulu,lebong – Sebanyak 97 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Lebong Tahun 2024 / 1445 H punya kesan tersendiri terhadap Bupati Kopli...

Tronton Bawa Alat Berat Nyangkut di Talang Ratu, Jalan Patah dan Terancam Putus Total

Minggu, 19 Mei 2024 11:46 WIB

fokusbengkulu,lebong – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lebong – Rejang Lebong, tepatnya di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo...

Bupati Kopli Ansori Tegas Tolak Jalan Kabupaten Dilewati Truk Batu Bara

Sabtu, 18 Mei 2024 04:18 WIB

fokusbengkulu,lebong – Kabar terkait perusahaan tambang batubara yang ada di Kecamatan Pinang Belapis kembali beroperasi, rupanya memicu...

HUT ke-44 Perpusnas RI, Lebong Terima Bantuan Mobil dan Sepeda Motor

Sabtu, 18 Mei 2024 04:09 WIB

fokusbengkulu,jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong mendapatkan bantuan satu unit mobil perpustakaan keliling dan empat unit sepeda motor...

Tindaklanjuti Arahan Bupati, Disperkan Lebong Bersihkan Lahan Sawah Terdampak Banjir

Jumat, 17 Mei 2024 07:54 WIB

fokusbengkulu,lebong – Banjir bandang akibat luapan Sungai Ketahun yang terjadi pada Selasa (16/4/2024) lalu, diketahui telah memporak-porandakan...

Hadiri HUT Dekranas yang Dibuka Ibu Negara, Begini Kesan Elvi Sukaisih Kopli

Jumat, 17 Mei 2024 06:05 WIB

fokusbengkulu,jawatengah – Ketua TP PKK Kabupaten Lebong Elvi Sukaisih Kopli Ansori didampingi Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten...

KPU Lebong Umumkan Nama-nama PPK Terpilih , Cek di Sini

Rabu, 15 Mei 2024 09:45 WIB

fokusbengkulu,lebong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong menetapkan 5 nama terpilih sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di...

Berita Terbaru

International

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Fokus